Apalagi diingatkan, tidak ada jaminan bahwa LSM-LSM tersebut tidak membawa pesan-pesan dari para donaturnya di luar negeri.
Hal itu disampaikan Ketua Umum PP.
Pemuda Muhammadiyah, Saleh P. Daulay, saat berdialog dengan tema
"Transformasi Pendidikan untuk Menata Masa depan Papua" bersama 150
mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer
Jayapura, di Papua akhir pekan lalu.
"Saya memperhatikan bahwa selama ini ada
kesan bahwa LSM-LSM asing jauh lebih peduli pada pendidikan di Papua.
Bahkan LSM-LSM tersebut bekerja sampai ke daerah-daerah terpencil.
Mereka kelihatan lebih dekat dengan masyarakat Papua dibandingkan
dengan pemerintah," ucap Saleh.
Fenomena seperti ini tidak boleh
diabaikan oleh pemerintah. Tanggung jawab pemerintah untuk
memberdayakan masyarakat jangan sampai diambil alih oleh pihak-pihak
swasta, apalagi pihak-pihak asing. Pemerintah harus membuat grand
desain baru dalam melakukan percepatan pembangunan di daerah Papua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar