Most Popular
This Week
Uskup Keuskupan Timika Resmikan "Auki Tekege" Sebagai Tokoh Gereja di Wilayah Meepago
AUKI TEKEGE, Pimpinan Gereja Katolik Keuskupan Timika menetapkan Auki Tekege, seorang tokoh masyarakat Suku Mee di Modio-Mapia, sebagai...
SAYA SEBAGAI SELAKU KETUA DEWAN ADAT DEBEY SANGAT KESAL
Bersatu untuk berubah. Sumber ( Elias Bidaugi Pigome , EPI ) DEBEI, 26/04 = > Saya sangat menyesal dengan adanya 20an lebih orang D...
Popular Posts
Latest Stories
What is new?
Comments
What They says?
Mahasiswa Papua di Bandung Gelar Aksi Tolak Kekerasan
Bandung - Sekitar 20 mahasiswa asal Papua di Bandung yang tergabung
dalam Nasional Papuan Solidarity (NAPAS) menggelar aksi di halaman
Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (5/6/2012).
Mereka menolak segala
bentuk kekerasan yang terjadi di tanah kelahiran mereka.
Selama ini, mereka menilai berbagai kekerasan dan pelanggaran hak asasi
manusia (HAM) terus terjadi sehingga banyak warga Papua terbunuh.
"Dari banyak kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi di Papua, tidak
ada satu kasus pun yang dapat diselesaikan negara, belum ada penegakan
hukum dan HAM baik di dunia internasional, nasional dan di tanah Papua,"
kata Koordinator Aksi Jekson Ikomouw.
Dalam aksinya, massa membawa beberapa poster yang di antaranya
bertuliskan 'Junjung Tinggi Nilai HAM di Dunia, Khususnya di Indonesia'
dan 'Hentikan Separatis Untuk Melegalkan Operasi Pembunuhan di Papua'.
Selain itu, massa juga membawa spanduk besar bertuliskan sikap dari aksi
mereka. Mereka meminta penghentian segala bentuk penindasan, kekerasan
dan pembunuhan terhadap rakyat Papua, meminta pemerintah Indonesia
segera membaskan seluruh tahanan politik Papua dan membuat tim Ad Hoc
guna menyelidiki dan tuntaskan kasus-kasus kekerasan terhadap tahanan
politik di Papua.
"Kami juga meminta tarik militer baik organik maupun non organik dari
tanah Papua," tegasnya.
Pukul 11.30 WIB, massa giliran berorasi di halaman Gedung Sate.
Rencananya, mereka akan melakukan audiensi dengan anggota DPRD Jabar.
About Unknown
Adds a short author bio after every single post on your blog. Also, It's mainly a matter of keeping lists of possible information, and then figuring out what is relevant to a particular editor's needs.


Tidak ada komentar: