JAKARTA – Tokoh kemerdekaan masyarakat Papua menilai
kegagalan pembangunan di Papua terjadi karena unsur agama dan adat tidak
dilibatkan di dalamnya.
Presiden Kongres West Papua National
Authority Teriomus Yoku mengatakan, kegagalan pembangunan karena selama
ini semua diurus pemda, tidak sampai turun ke rakyat kecil.
“Padahal
kita di Papua membangun harusnya dengan tiga tungku yakni pemerintah,
agama, dan adat. Tapi itu semua hanya slogan karena unsur agama dan adat
tak pernah diajak,” ujar Teriomus Yoku saat hadir dalam sebuah diskusi
di Direktorat Jendral Kesbangpol Kemendagri, Jakarta.
Teriomus
datang ke Jakarta untuk memenuhi undangan Kemendagri untuk membahas
situasi di Papua. Dia datang bersama empat tokoh kemerdekaan papua
lainnya, yakni Hein Fere selaku Ketua Repatriat PNG, Jefry Warisyu
selaku Menteri Perindustrian OPM, Kedor Nasendi sekali anggota Kerukunan
Keluarga Besar Pejuang Pembebasan Irian Barat, serta Sony Ayatomi
selaku ketua bidang Hukum Adat Papua.
Dia menambahkan,
pembangunan di papua hanya bisa sukses jika masyarakat adat dan agama
dilibatkan secara langsung. Sebab bagi rakyat Papua, Agama, dan Adat
adalah tempat rakyat untuk mengadu.
“Agama punya umat sedangkan adat punya rakyat, tapi kenapa itu tidak dilibatkan dalam pembangunan Papua,” tegasnya.
Teriomus
menjelaskan, akibat salah urus dalam pembangunan Papua, maka rakyat
Papua saat ini seolah tak punya hak milik atas tanah mereka sendiri.
Rakyat
juga tak punya tempat tinggal yang aman di daerahnya sendiri. Padahal,
tegas dia, Rakyat Papua memiliki kekayaan alam dan ingin dinikmati dalam
suasana aman dan bebas.
“Tolong agar semua kepala daerah di
Papua jalankan tugas dengan baik. Apabila mereka terindikasi korupsi,
saya meminta tolong tegakkan supremasi hukum. Tolong diadili, jangan
dibiarkan mereka bebas dan tetap berkuasa karena ini dilihat langsung
oleh rakyat Papua,” tegasnya.
Lima tokoh pejuang kemerdekaan
papua sendiri mengakui bahwa jalan menuju kemerdekaan Papua sangat sulit
dan jauh. Karena itu, dibanding terus berjuang tanpa kejelasan hasil,
mereka pun mulai membangun harapan pembangunan dalam NKRI.
Terlebih
rakyat Papua mulai berharap banyak pada program Upaya Percepatan
Pembangunan Papua dan Papua Barat yang dicanangkan pemerintah pusat.
Program UP4B ini yang disampaikan Pak SBY dan ini adalah kata kuinci untuk menciptakan rakyat papua yang sejahtera.
“Jadi ada baiknya waktu dipakai untuk membangun dan bersama pemerintah pusat,” ujarnya.
Sementara
itu, Direktur Kewaspadaan Nasional Ditjen Kesbangpol Kemendagri
Widianto menegaskan, tuntutan kemerdekaan Papua terjadi karena mereka
saat ini merasa kurang mendapat perhatian.
Masyarakat Papua,
tegas dia, merasa hidupnya akan susah tanpa masa depan, sehingga timbul
pemikiran untuk berjuang menuntut kemerdekaan.
“Sekarang kita
sudah dengar langsung keluhan dari tokoh-tokoh utama Papua. Itu semua
tentu akan jadi dasar kita untuk membenahi pembangunan Papua dan keluar
sebagai kebijakan,” tegas Widianto.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar