Saat yang sama, Marthen Goo dari
Nasional Papua Solidaritas (NAPAS) menyatakan ada dugaan skenario yang
sengaja dimainkan oleh aparat militer baik TNI maupun Polri untuk
menkambinghitamkan orang Papua sebagai pelaku kekerasan. Terutama kepada
aktivis Papua yang selama ini memperjuangkan hak-hak dan keadilan bagi
rakyat Papua.
Dorus Wakum dari KAMPAK menyatakan
negara sengaja memelihara konflik terus berlanjut di Papua. Hal ini
terlihat dari beberapa pernyataan petinggi negara termasuk oleh presiden
SBY yang tercermin membalikkan fakta dan realita yang terjadi di Papua.
“ Presiden mestinya berpikir untuk melakukan upaya-upaya dalam
penyelesaian masalah tapi kemudian terlihat memelihara konflik terus
berlarut,” ujar Dorus dengan nada kesal.
Dorus juga menegaskan pihaknya bersama
Nasional Papua Solidaritas (NAPAS) akan terus mendorong supaya ada
solusi penyelesaian masalah, melalui dialog damai antara rakyat Papua
dengan Pemerintah Indonesia. “Kami tidak mau pusing dengan adanya
sentimen NKRI harga mati atau Papua Merdeka harga mati, tetapi harus ada
solusi penyelesaian masalah” tegasnya. ( Kiriman: Frans Tomoki, Mahasiswa, Alamat: Salemba Tengah, Jakarta)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar