Most Popular
This Week
Resensi Anak Koteka Jadi Gubernur
Judul buku: Anak Koteka Jadi Gubernur Penulis Buku: Lamadi de Lamato Tebal: 226 Nama Lukas Enembe mencuat ketika ia hendak mencalonk...
DOA JERITAN BANGSA YANG TERTINDAS Oleh : Moyai Kedee
Ya Tuhan, Kami generasi penerus Bangsa Papua telah mendengar sendiri Kisah yang diceritakan leluhur kami Bangsa Papua Tentang karya heb...
Popular Posts
Latest Stories
What is new?
Comments
What They says?
Tampilkan postingan dengan label AMP. Tampilkan semua postingan
AMP
![]() |
| Mahasiswa Papua Bandung Dihadang Polisi, Ketika Mahasiswa Hendak Menuju Ke Gedung Merdeka Depan Asia Afrika Dari Depan Universitas Lanlang Buana (UNLA ). |
Sebelumnya, kami mahasiswa Papua hendak melakukan aksi damai di Gedung Merdeka bersama beberapa organisasi mahasiswa pro demokrasi yang tergabung dalam aliansi Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi (SORAK).
![]() | ||||||||||||
| Penghadangan Mahasiswa Papua Oleh Aparat Kepolisian Negara Di depan UNLA Bandung |
Begitu kami tiba, pihak kepolisian menganjurkan kami agar tidak turut beraksi di Gedung Merdeka. Kami ditekan dengan kata-kata yang konyol, tapi kami biarkan saja hingga tiba kendaraan (angkot) yang akan membawa kami ke titik aksi.
![]() | ||||||||||
| Mahasiswa Papua Bandung Dihadang Polisi, Ketika Mahasiswa Hendak Menuju Ke Gedung Merdeka Depan Asia Afrika Dari Depan Universitas Lanlang Buana (UNLA ). |
Ketika kami berkoordinasi dengan korlap yang berada di titik aksi, salah satu aparat yang mengaku kepala Densus 88 Bandung (dalam foto ia memakai kemeja putih keabu-abuan, celana jeans, dan topi hitam) meminta untuk disambungkan ke korlap.
Lewat ponsel yang mereka ambil dari kami, ia membentak-bentak korlap dan bersikukuh melarang kami dengan alasan tidak punya izin. Hingga jam 12 lebih, kami masih duduk dalam kepungan polisi.
Beberapa saat kemudian, kami putuskan untuk kembali ke kontrakan kami masing-masing. Demikian koronologi singkat dari kami. Terima kasih. ''Salam Pembebasan.''
AMP, ARTIKEL, Papua
![]() |
| Pulauku Papua |
Hanyalah membunuh yang ada di pundak para militerisme negara koloni Indonesia melalui Militerisme untuk membunuh memerkosa, menjajah dan merampok orang Papua di negeriku West Papua.
Kami
bangsa west Papua merasa terendam air
mata darah karena manusia West Papua telah tiada disini, aku disini hidup seperti
anak ayam tanpa induknya yang ku lakukan ketika manusia Bangsa west Papua
berada di sisiku. Namun itu bukan tantangan untuk berdiam diri disini.
Mari
berjuang demi selamatkan bangsa kita dari kita untuk kedepan. menikmati hidup
dan karunia kehidupan yang sebenarnya akan kita menikmati setelah kita
memisahkan diri dari kolonialisme dan kapitalisme, di tanah air kita di West Papua.
Layaknya tangisan negeri kita di berkahi di liputi cahaya sang surya. bangsa kita mati karena di bunuh dengan pedang, saat kita masih di seberang lautan yang luas mengembara di tengah-tengah bangsa yang bergembira di pusat tanah koloni
Mereka tersenyum pada hari-hari kesenangan, sementara hari-hari yang berjalan di negeri ku meninggalkan kesan-kesan yang menyedihkan. Matinya bangsa ku, saat disini aku masih hidup makmur, damai, inilah realitas yang sedang berkembang saat ini.
Tuduhan
tanpa pernyataan yang jelas, kejahatan yang di rencanakan oleh kepala-kepala
ular yang kasat matanya, tragedi tak bermusik tak bermelodi. Sangat menyedihkan
hampir setiap hari aku hanya selalu mendengarkan kepergian manusia Papua akibat
pembunuhan militerisme.
Saat
aku masih dalam kesenangan di pusat kota koloni yang tak ingin aku hidup lagi,
hanyalah ingin kami memisahkan diri dari kolonialisme karena kelakukan dan
tindakan yang kemudian akan memusnahkan Bangsa West Papua nantinya.
Bangsa West Papua Harus Melepaskan Diri Dari Kolonialisme Indonesia.
By.
Simion Kotouki
AMP, FOTO-FOTO, POLITIK
akarta, (KM)—Komite Kota Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Jakarta menggelar aksi untuk mendukung The United Liberation Movement for West Papua masuk tetap dalam Malanesian Speread Group (MSG) di hadang ketat oleh TNI/Porli setempat .Rabu (24/15) kemarin.
akarta, (KM)—Komite Kota Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Jakarta menggelar aksi untuk mendukung The United Liberation Movement for West Papua masuk tetap dalam Malanesian Speread Group (MSG) di hadang ketat oleh TNI/Porli setempat .Rabu (24/15) kemarin.














