• Latest Stories

      What is new?

    • Comments

      What They says?


    Mahasiswa Papua Bandung Dihadang Polisi, Ketika Mahasiswa Hendak Menuju Ke Gedung Merdeka Depan Asia Afrika Dari Depan Universitas Lanlang Buana (UNLA ).
    Bandung, Selasa 02 Agustus 2016, Mahasiswa asal Papua dihadang aparat kepolisian di depan kampus Universitas Langlangbuana, Jl. Karapitan, Bandung, sekitar jam 10.16 hingga jam 12.04.

    Sebelumnya, kami mahasiswa Papua hendak melakukan aksi damai di Gedung Merdeka bersama beberapa organisasi mahasiswa pro demokrasi yang tergabung dalam aliansi Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi (SORAK).
    Penghadangan Mahasiswa Papua Oleh Aparat Kepolisian Negara Di depan UNLA Bandung             
     Kami bersepakat untuk berkumpul di depan kampus Unla sekitar jam 9 pagi. Sebelum kami datang, aparat kepolisian Polrestabes Bandung, berseragam dan tidak berseragam, sudah berkumpul di tempat tersebut.

    Begitu kami tiba, pihak kepolisian menganjurkan kami agar tidak turut beraksi di Gedung Merdeka. Kami ditekan dengan kata-kata yang konyol, tapi kami biarkan saja hingga tiba kendaraan (angkot) yang akan membawa kami ke titik aksi.
    Mahasiswa Papua Bandung Dihadang Polisi, Ketika Mahasiswa Hendak Menuju Ke Gedung Merdeka Depan Asia Afrika Dari Depan Universitas Lanlang Buana (UNLA ).          
     Namun, angkot tersebut pun dihadang pihak kepolisian. Angkot dan supirnya ditahan. Aparat membentak-bentak kami dengan alasan kami tidak punya izin dan kami tidak diperbolehkan lanjut ke titik aksi. Kami dikepung sekitar seratus polisi.

    Ketika kami berkoordinasi dengan korlap yang berada di titik aksi, salah satu aparat yang mengaku kepala Densus 88 Bandung (dalam foto ia memakai kemeja putih keabu-abuan, celana jeans, dan topi hitam) meminta untuk disambungkan ke korlap.

    Lewat ponsel yang mereka ambil dari kami, ia membentak-bentak korlap dan bersikukuh melarang kami dengan alasan tidak punya izin. Hingga jam 12 lebih, kami masih duduk dalam kepungan polisi.

    Beberapa saat kemudian, kami putuskan untuk kembali ke kontrakan kami masing-masing. Demikian koronologi singkat dari kami. Terima kasih. ''Salam Pembebasan.''

    , ,

    Pulauku Papua
    Bangsaku telah dan sedang pergi, tetapi aku masih ada di jauh seberang luasnya lautan meratap mereka dalam kesendirian karena saudara-saudara ku telah tiada. Kematian manusia bangsa west papua adalah kematian yang sengaja di buat oleh negara kolonialisme, kepergian mereka adalah akibat tindakan brutal militerisme karena mereka tidak melihat letak kesalahan secara profesional.

    Hanyalah membunuh yang ada di pundak para militerisme negara koloni Indonesia melalui Militerisme untuk membunuh memerkosa, menjajah dan merampok orang Papua di negeriku West Papua. 

    Kami bangsa west Papua merasa  terendam air mata darah karena manusia West Papua telah tiada disini, aku disini hidup seperti anak ayam tanpa induknya yang ku lakukan ketika manusia Bangsa west Papua berada di sisiku. Namun itu bukan tantangan untuk berdiam diri disini.

    Mari berjuang demi selamatkan bangsa kita dari kita untuk kedepan. menikmati hidup dan karunia kehidupan yang sebenarnya akan kita menikmati setelah kita memisahkan diri dari kolonialisme dan kapitalisme, di tanah air kita di West Papua.

    Layaknya tangisan negeri kita di berkahi di liputi cahaya sang surya. bangsa kita mati karena di bunuh dengan pedang, saat kita masih di seberang lautan yang luas mengembara di tengah-tengah bangsa yang bergembira di pusat tanah koloni

    Mereka tersenyum pada hari-hari kesenangan, sementara hari-hari yang berjalan di negeri ku meninggalkan kesan-kesan yang menyedihkan. Matinya bangsa ku,  saat disini aku masih hidup makmur, damai, inilah realitas yang sedang berkembang saat ini.

    Tuduhan tanpa pernyataan yang jelas, kejahatan yang di rencanakan oleh kepala-kepala ular yang kasat matanya, tragedi tak bermusik tak bermelodi. Sangat menyedihkan hampir setiap hari aku hanya selalu mendengarkan kepergian manusia Papua akibat pembunuhan militerisme.

    Saat aku masih dalam kesenangan di pusat kota koloni yang tak ingin aku hidup lagi, hanyalah ingin kami memisahkan diri dari kolonialisme karena kelakukan dan tindakan yang kemudian akan memusnahkan Bangsa West Papua nantinya.

    Bangsa West Papua Harus Melepaskan Diri Dari Kolonialisme Indonesia.

    By. Simion Kotouki

    , ,
















































































    akarta, (KM)—Komite Kota Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Jakarta menggelar aksi untuk mendukung  The United Liberation Movement for West Papua masuk tetap dalam Malanesian Speread Group (MSG) di hadang ketat oleh TNI/Porli setempat .Rabu (24/15) kemarin.
    - See more at: http://www.kabarmapegaa.com/2015/06/aksi-mendukun-msg-tniporli-dihadang-dan.html#sthash.hdOA7BIH.dpuf
    akarta, (KM)—Komite Kota Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Jakarta menggelar aksi untuk mendukung  The United Liberation Movement for West Papua masuk tetap dalam Malanesian Speread Group (MSG) di hadang ketat oleh TNI/Porli setempat .Rabu (24/15) kemarin.
    - See more at: http://www.kabarmapegaa.com/2015/06/aksi-mendukun-msg-tniporli-dihadang-dan.html#sthash.hdOA7BIH.dpuf


Top