Most Popular
This Week
Resensi Anak Koteka Jadi Gubernur
Judul buku: Anak Koteka Jadi Gubernur Penulis Buku: Lamadi de Lamato Tebal: 226 Nama Lukas Enembe mencuat ketika ia hendak mencalonk...
DOA JERITAN BANGSA YANG TERTINDAS Oleh : Moyai Kedee
Ya Tuhan, Kami generasi penerus Bangsa Papua telah mendengar sendiri Kisah yang diceritakan leluhur kami Bangsa Papua Tentang karya heb...
Popular Posts
Latest Stories
What is new?
Comments
What They says?
Tampilkan postingan dengan label Papua. Tampilkan semua postingan
Moyaipai, Papua, Peduli Demokraasi, PROFIL
PEMBEBASAN (Bandung, 2/8/2016); Siang tadi, sekitar jam 11:00, gabungan organisasi mahasiswa dan
individu di Bandung membentangkan spanduk, poster-poster, palu berbaris.
Salah seorang peserta mengambil megaphone kemudian berorasi. Mereka
menamakan dirinya Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi. 30an peserta
demonstrasi menggelar proses menyuarakan gagasan di depan kantor Pikiran
Rakyat, Bandung. Demonstrasi juga dibakar oleh pertunjukan “Doger
Manusia”, buah karya dari kawan-kawan Daunjati. Kumpulan seniman
kerakyatan.
Gagasan utamanya mengenai upaya mendorong
majunya demokrasi kerakyatan yang dibajak oleh kepentingan investasi
(kapitalisme), termasuk bicara tentang nihilnya demokrasi di Papua, dan
praktik kejahatan kemanusiaan yang menyertainya.
Dalam pemberitahuan kepada publik,
Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi memastikan bahwa demonstrasi akan
digelar di depan Gedung Merdeka yang jadi simbol perlawanan menentang
kolonialisme. Situasi lapangan berkata lain, ternyata ada ormas yang
menggelar demonstrasi dengan jargon “keutuhan NKRI”.
Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi
menduga bahwa ada unsur kesengajaan aparat (tentara) memobilisasi ormas
tersebut untuk menggagalkan kelompok manapun yang hendak berbicara
tentang kemerdekaan Papua, minimal, referendum sebagai mekanisme
demokratis. Faktanya, di titik berangkat yang lain, barisan demonstran Aliansi Mahasiswa Papua dihadang aparat polisi, dipaksa bubar, dilarang bergabung dengan Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi yang sudah berada di Jalan Asia-Afrika.
Dugaan tersebut menguat sebab beberapa
hari sebelumnya, humas aliansi Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi
dihujani teror via telefon dari lebih 8 penelpon yang mengaku sebagai
aparat kepolisian (Polrestabes Bandung dan Polda Jabar). Kesemuanya
menganjurkan agar rencana aksi Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi
dibatalkan karena ada massa aksi ormas yang berposisi menolak gagasan
demokratik yang disuarakan Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi. Dan
diketahui bahwa ormas tersebut terdiri dari anak-anak tentara. Sebuah
institusi yang tangan-tangannya paling berlumuran darah.
Bagi aliansi, itu adalah upaya ancaman
halus yang analogi sederhananya adalah: Jangan demonstrasi, karena ada
massa ormas sedang aksi yang isunya menolak gagasan demokratik kalian.
Itu adalah sikap aparat yang membela ormas reaksioner ketimbang
suara-suara demokratisasi terutama untuk Papua. Tidak heran. Mereka
institusi pelindung kapitalis.
Tanpa banyak pertimbangan, Solidaritas
Rakyat untuk Demokrasi menggelar aksinya hingga jam 1 siang di tempat
yang tak jauh dari massa ormas berkumpul. Dengan jarak 50 meter. Setelah
aksi selesai, ormas terus melakukan provokasi dengan kawalan aparat.
Mereka berdiri mengamati massa aksi Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi.
Seorang berbadan tegap berbaris, dan seorang lagi, sambil menegapkan
badan berteriak: “NKRI harga mati, anjing!“. berteriaknya.
Dalam situasi istirahat setelah aksi,
massa Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi menanggapi dengan melanjutkan
minum air mineral dan menghisap rokoknya. Hingga akhirnya, massa
berjalan menuju tempat konsolidasi aliansi. Massa aksi Solidaritas
Rakyat untuk Demokrasi berjalan melewati barisan ormas reaksioner picik
dengan dikawal aparat yang juga tahu bahwa massa ormas tersebut
dimobilisasi tentara. Setali-tiga-uang, itulah gambaran kerjasama mesra
nan abadi TNI-Polri-Ormas-Reaksioner, para pemuja keserakahan tuan
kapitalis.(bp)
AMP, ARTIKEL, Papua
![]() |
| Pulauku Papua |
Hanyalah membunuh yang ada di pundak para militerisme negara koloni Indonesia melalui Militerisme untuk membunuh memerkosa, menjajah dan merampok orang Papua di negeriku West Papua.
Kami
bangsa west Papua merasa terendam air
mata darah karena manusia West Papua telah tiada disini, aku disini hidup seperti
anak ayam tanpa induknya yang ku lakukan ketika manusia Bangsa west Papua
berada di sisiku. Namun itu bukan tantangan untuk berdiam diri disini.
Mari
berjuang demi selamatkan bangsa kita dari kita untuk kedepan. menikmati hidup
dan karunia kehidupan yang sebenarnya akan kita menikmati setelah kita
memisahkan diri dari kolonialisme dan kapitalisme, di tanah air kita di West Papua.
Layaknya tangisan negeri kita di berkahi di liputi cahaya sang surya. bangsa kita mati karena di bunuh dengan pedang, saat kita masih di seberang lautan yang luas mengembara di tengah-tengah bangsa yang bergembira di pusat tanah koloni
Mereka tersenyum pada hari-hari kesenangan, sementara hari-hari yang berjalan di negeri ku meninggalkan kesan-kesan yang menyedihkan. Matinya bangsa ku, saat disini aku masih hidup makmur, damai, inilah realitas yang sedang berkembang saat ini.
Tuduhan
tanpa pernyataan yang jelas, kejahatan yang di rencanakan oleh kepala-kepala
ular yang kasat matanya, tragedi tak bermusik tak bermelodi. Sangat menyedihkan
hampir setiap hari aku hanya selalu mendengarkan kepergian manusia Papua akibat
pembunuhan militerisme.
Saat
aku masih dalam kesenangan di pusat kota koloni yang tak ingin aku hidup lagi,
hanyalah ingin kami memisahkan diri dari kolonialisme karena kelakukan dan
tindakan yang kemudian akan memusnahkan Bangsa West Papua nantinya.
Bangsa West Papua Harus Melepaskan Diri Dari Kolonialisme Indonesia.
By.
Simion Kotouki
AGAMA, BUDAYA, Papua
![]() |
| Spanduk Ibadah HUT PI Ke 161 Foto: PethuCs Pekei |
Bandung;- Perayaan Peringatan Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil Masuk Tanah Papua dilaksanakan semarak di kota Bandung bersama Ikatan Mahasiswa
Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai (IPMANAPANDODE) kota studi Bandung di Aula Bima Marga Jln. RE.L.L. Marta Dinata. Jumat (5/16).
Ibadah yang mengangkat Thema “Celakahlah Aku, Jika Aku Tidak Memberitakan injil” yang di kutib dari Injil Matius 28. 6-20, I Korintus 9. 16-24.
Ibadah yang mengangkat Thema “Celakahlah Aku, Jika Aku Tidak Memberitakan injil” yang di kutib dari Injil Matius 28. 6-20, I Korintus 9. 16-24.
Ibadah
dipimpin oleh Ev. Efraim Weya. Dalam
kotbahnya menyebutkan kabar Allah
diharuskan kepada sesama manusia yang lain dalam kehidupan kita. “kehadiran kedua misionaris tersebut datang
dalam kekelaman dunia untuk menyelamatkan manusia Papua yang ketika itu
terbelenggu oleh berbagai permusuhan dunia,”katanya.
Ia
menyebut pekabaran injil ke 161 tahun lalu tabir kegelapan dunia di terangkan
oleh obor Firman Tuhan melalui kedua
misionaris yang hadir. Hal itu dapat dilihat dengan ungkapan doa sulung yang di
ucapkan “Dalam Nama Allah Kami menginjak Tanah ini,”ujarnya.
Semua
Manusia, kata Ev. Efraim, diharuskan untuk mewartakan kabar Yesus Kristus yang
di bawahkan oleh kedua misionaris. Sebab amanat Allah diemban atas pundak kedua
misionaris yang hadir di kota Dorey, Mansinam Manokwari 5 Pebruari 1855 silam.
“jika kita bandingkan dengan umur manusia, sudah dewasa umur Injil di tanah
Papua. Olehnya semua manusia Papua pewartaan tidak dibatasi oleh petugas gereja
sekalipun, namun merupakan tugas dan tangungjawab semua kalangan dan keharusan
untuk mewartakan Firman Allah,”paparnya.
Ibadah
syukur yang dipimpin oleh Ev. Efram Weya, S.Th dihadiri oleh seluruh mahasiswa
asal empat kabupatan di Meuwodide, Nabire, Dogiyai, Deiyai dan Paniai. Tidak ketinggalan
para mahasiswa Se-Papua yang berada di kota Bandung turut hadir dalam
kegiatan tersebut. Dalam kegiatan ibadah
tersebut diramaikan dengan berbagai iringan lagu rohani yang bernuansa Papua.
Lagu pembukaan di buka dengan lagu “ Disana Pulauku” kemudian tampil sebagai
organis tunggal dalam kegiatan tersebut, Wilda Ukago.
Ketua
Panitia HUT PI Pekabaran Injil Tanah Papua, Fransiskus Pekey, mengatakan
perayaan tersebut terlaksana atas partisipasi dari seluruh mahasiswa
IPMANAPANDODE di kota studi Bandung merupakan bukti kepedulian atas peristiwa sacral
yang terjadi di tanah Papua 161 tahun silam. “saya bangga atas partisipasi para
mahasiswa yang sebagai wujud nyata akan kehadiran Injil yang kita maknai
sebagai hari pekabaran injil,”ujar Frans
Pekei.
Ketua
IPMANAPANDODE kota studi Bandung, Mateus A.Tekege dalam sambutannya mengutarakan, kegiatan
tersebut adalah upaya mahasiswa dalam menyelami
atas kehadiran Injil di Tanah Papua. Berbagai ungkapan syukur atas
kehadiran misionaris Ottow dan Geissler 5
Pebruari 1855 lalu. “saya berterima kasih kepada semua anggota Pelajar dan Mahasiswa/i
yang memiliki kepedulian akan peristiwa kudus ini. Hal ini membuktikan bahwa kita manusia Papua di luar ikut
memperingati akan kehadiran Injil,”tuturnya.
Lanjut Tekege, ketika di wawncarai TVRI, Untuk menyukseskan acara HUT PI Ke 161 dan Seminar ini Badan Pengurus Harian ( BPH ) IPMANAPANDODE Bandung, mengeluarkan dana khas sebesar 15 juta. Sebab masa jabatan kepemimpinan telah berakhir bertepatan pada kegiatan ini.
Lanjut Tekege, ketika di wawncarai TVRI, Untuk menyukseskan acara HUT PI Ke 161 dan Seminar ini Badan Pengurus Harian ( BPH ) IPMANAPANDODE Bandung, mengeluarkan dana khas sebesar 15 juta. Sebab masa jabatan kepemimpinan telah berakhir bertepatan pada kegiatan ini.
Sementara itu, ketua Ikatan Mahasiswa Setanah Papua (IMASEPA) kota Studi Bandung jawa barat yang di wakili oleh Staf Sekretariat Nando Kobak dalam pesannya mengatakan, kebersamaan para mahasiswa dalam merayakan akan peringatan HUT tersebut adalah suatu keharusan atas karya kedua Rasul yang membawah kabar gembira. “setiap mahasiswa Papua bersyukur atas peristiwa kudus ini,”ungkapnya seraya menambahkan kegiatan yang semacam ini harus di tingkatkan di masa-masa yang mendatang. (Natho Pigai).
AGAMA, MAHASISWA, Moyaipai, Papua
![]() |
| Ibadah dan Seminar IPMANAPANDODE Bandung |
Dalam perayaan HUT Injil Masuk Di Tanah Papua ( PI Ke 161 ) ini juga mereka akan menggelar SEMINAR Dengan Thema; Menapaki Masa Lalu Yang Kelam, Merajut Masa Depan Yang Cerah".
Pembicara/ Narasumber oleh penulis Buku " Deiyai Dalam Proses Pembangunan Bangsa" "Herman Tillemans Awee Pitoo" dan Wodeyokaipouga Bobii Nabi Yang Terlupakan" (Bapak Frans IGN Bobii. S. AP).
Perayaan HUT Injil Masuk Di Tanah Papua 05 Februari ( PI Ke 161) pada
tanggal 05 Februari ini bertepatan dengan berakhirnya program kerja dari
Badan Pengurus Harian ( BPH ) Ipmanapandode Bandung, sehingga mereka
akan memeriahkan dengan berbagai kegiatan Ibadah, Seminar dan akan hadir
Stasion TVRI Nasional untuk meliput berbagai kegiatan dalam perayaan PI
Ke 161 di tanah Papua maupun Seminar ini.
Sementara itu terlihat Pelajar dan Mahasiswa Ipmanapandode Bandung tengah mempersiapkan diri untuk mengsukseskan kegiatan ibadah dan Seminar pada kali ini.
Pada hari ini, Sabtu 31 januari kami usai rapat untuk pembagian tugas dan kerja kepada seluruh anggota Ipmanapandode Bandung. Kemudian kami juga akan edarkan surat undangan kepada berbagai kampus yang kuliah mayoritas Mahasiswa Papua yang ada di jawa barat seperti kampus IPDN, UPI, IKOPIN, UNLA dan UNJANI. Selain itu kami juga mengundang seluruh Paguyuban- Paguyuban, Kombas serta Komunitas Orang Papua. Tutur Ketua Panitia Pelaksana, Frans Pekei.
Kami siap mengsukseskan kegiatan Ibadah serta Seminar pada kali ini, Karena ini adalah mandat dan intruksi untuk menguji dan mendewasakan dalam kinerja kepanitian untuk bekerja oleh keluarga besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai dan Deiyai ( Ipmanapandode ) Bandung. Tandasnya. (M.T )
Sementara itu terlihat Pelajar dan Mahasiswa Ipmanapandode Bandung tengah mempersiapkan diri untuk mengsukseskan kegiatan ibadah dan Seminar pada kali ini.
Pada hari ini, Sabtu 31 januari kami usai rapat untuk pembagian tugas dan kerja kepada seluruh anggota Ipmanapandode Bandung. Kemudian kami juga akan edarkan surat undangan kepada berbagai kampus yang kuliah mayoritas Mahasiswa Papua yang ada di jawa barat seperti kampus IPDN, UPI, IKOPIN, UNLA dan UNJANI. Selain itu kami juga mengundang seluruh Paguyuban- Paguyuban, Kombas serta Komunitas Orang Papua. Tutur Ketua Panitia Pelaksana, Frans Pekei.
Kami siap mengsukseskan kegiatan Ibadah serta Seminar pada kali ini, Karena ini adalah mandat dan intruksi untuk menguji dan mendewasakan dalam kinerja kepanitian untuk bekerja oleh keluarga besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai dan Deiyai ( Ipmanapandode ) Bandung. Tandasnya. (M.T )
ARTIKEL, Papua, POLITIK
| Bapak Pdt, Dr. Noakh Nawipa |
Termasuk perusahaan - perusahaan multi Internasional di papua.
Orang papua harus percaya diri sebagai suatu bangsa yang tidak boleh dijajah oleh
siapapun. pembangunan infrastructure tidak akan menyelesaikan masalah papua.
Pemerintahan Joko Widodo harus mengetahui persoalan mendasar di Papua.
Sepakat Bahwa untuk memulai suatu pembangunan di Papua
Jokowi semestinya dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan manusia
yang seakan menjadi subjek penikmat pembangaunan itu yakni OAP dan segala
realitas yang menjadi kendalanya bukan malah menujukan sikap anti HAM.
Apakah dengan perasaan situasi yang demikan akan menjadi berguna segala pembangunan itu?
Pendekatan
apapun yang di lakukan oleh Pemerintahan Jokowi termasuk TNI/POLRI yang
bertugas di Papua tujuannya untuk menyelesaikan berbagai persoalan Papua. Namun tidak
akan menyelesaikan karena persoalan mendasar di Papua adalah POLITIK.Oleh sebabnya
pemerintahan Jokowi mengabaikan persoalan mendasar yang harusnya di ungkit dan
menyelesaikan secara universal.
Beliau mengajak kepada
Orang papua harus bersatu, jangan mau di cerai beraikan oleh penjajah
Indonesia. Seluruh orang asli Papua harus memintah pertolongan dan
kebebasan dari segala intimidasi, keterikatan kepada yang punya segalanya
adalah Tuhan. Karena satu-satunya pengharapan kita orang Papua kepada-Nya.
Dengan adanya Bangsa Papua menyebar luas untuk
mempertahankan dan perjuangan atas Jati diri “IDEOLOGI” Sebagai bangsa Papua maka Terjadilah pelanggaran HAM di bumi Papua.
Lebih baik lepaskan Papua untuk menentukan Nasib mereka sendiri ( PAPUA MERDEKA ) dari pada Jokowi
melakukan berbagai pendekatan kepada
Bangsa Papua dan tak menemukan titik perdamaian dan menyelesaikan persoalan
yang sebenarnya adalah POLITIK. FREE
WEST PAPUA adalah solusi dari semua persoalan di Papua.
Moyai Kedee
AGAMA, MAHASISWA, Moyaipai, Papua, pembangunan, PENDIDIKAN, PROFIL
![]() |
| Natal Bersama IPMANAPANDODE Bandung di Panti Asuhan " Rumah Pengharapan Baru" Jl. Jayagiry 1. No.2 Lembang Jawa Barat. Foto ( Ade/ Kusuma, 23/12/2015 ) |
Ikatan Pelajar Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai (IPMANAPANDODE) kota study Bandung menggelar Natal bersama anak-anak panti asuhan di Rumah pengharapan Baru, yang terletak di Jln Jayagiri No. 02 Kelurahan Lembang, Kabupaten Bandung Jawa Barat. Rabu (23/Desember 2015) kemarin.
Mateus A. Tekege, menuturkan bahwa Merayakan Ibadah Natal bersama dengan maksud supaya menciptakan kebersamaan umat manusia untuk saling
peduli terhadap sesama agar dapat mengenal Allah. Namun, dalam Konteks umum di
Dunia Perayaan Natal selalu diselenggarakan dalam rangka mengenang kelahiran
sang Juru s’lamat ke Dunia karena menghapus dosa umat manusia sehingga melalui
kasih Allah dapat menghapus Dosa Umat
manusia.
“Oleh karena itu, Kami Keluarga Besar Ikatan Pelajar
dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai yang sedang mengenyam
pendidikan di Kota Pasundan ingin berbagi suka cita dan damai sejahtera dengan
anak-anak Panti Asuhan di Rumah
Pengharapan Baru” Ujar, Ketua IPMANAPANDODE Bandung Mateus A. Tekege.
Perayaan Natal kali ini menjadi lebih special dan
dirasakan maknanya oleh banyak Anggota, karena selain Merayakan Perayaan Natal
seperti biasanya di Lingkungan Pelajar dan Mahasiswa Papua di Bandung dan
sekitarnya.
Dalam Perayaan NATAL IPMANAPANDODE kali
ini Ketua Mahasiswa Seluruh tanah Papua kota study Bandung, Jack Peyon, didampingi
oleh Sekjen Leonardus O. Magai dan Wakil ketua IMASEPA Cheko Kogoya, turut menghadiri. Selain mereka, TVRI Jawa barat terlihat meliput dan mewawancai Pembina Organisasi,
Ketua IPMANAPANDODE dan BPH IMASEPA.
Wakil Ketu Badan Pengurus Harian Ikatan Mahasiswa Seluruh Tanah Papua (IMASEPA) Bandung, Cekho Kogoya, Mengapresiasi dan menuturkan dalam wawancari TVRI. Kegiatan Natal teman-teman IPMANAPANDODE bersama dengan anak-anak Panti Asuhan ini adalah suatu kegiatan yang menerobos tembok. Karena baru kali ini kami BPH IMASEPA melihat kegiatan seperti ini di kota Bandung. Semoga kedepannya teman-teman Ikatan keluarga Besar IPMANAPANDODE, mempertahankan rasa kepedulian sesama umat manusia sebagai Anak- anak Allah. Harapnya.
kali ini Kami bisa Merayakan Natal bersama dengan
Anak-Anak Panti Asuhan Rumah Pengharapan Baru dengan maksud berbagi kedamaian,
kasih, dan pengharapan yang Teguh akan Allah terhadap sesama dengan diwujud
nyatakan menjadi orang tua Asuh dan Sanak saudara demi menyatakan Se-Iman
bersama anak-anak Panti Asuhan Rumah Pengharapan Baru. Ujar Ketua Panitia
Pelakana IPMANAPANDODE Bandung, Andreas
Tagi.
Anak- anak Panti Asuhan Rumah Pengharapan Baru yang karena
kondisi keluarganya yang kurang beruntung dan
memadai sehingga, terpaksa sejak kecil mereka kehilangan kasih sayang
dari orang tuanya, mereka hidup menderita, hidup bersahaja dan berkekurangan,
dan juga kadang-kadang mereka harus memendam
kerinduannya dengan orang tua dan keluarganya, sementara banyak anak-anak kita
yang hidup berkelimpahan dengan penuh kasih sayang dari orang tuanya.
“Maka sangatlah tepat bila Tuhan Yesus bersemayam dan
berpihak pada anak-anak Panti Asuhan Rumah Pengharapan Baru dengan kata lain
Anak-anak panti adalah Potret Tuhan Yesus itu sendiri” Ungkap Leonardus O.
Magai yang juga Pembina IPMANAPANDODE Bandung.
Lebih lanjut ia berpesan berpijak pada Iman tersebut,
Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai Kota Study
Bandung bertekad kuat untuk mengadakan Natal bersama dengan melakukan gerakan
peduli dan berbagi kasih kepada anak-anak Panti Asuhan Rumah Pengharapan Baru
secara tulus menjadi orang tua dan sanak saudara dalam merayakan Natal bersama
dengan Damai sebagai bentuk Pengabdian kepada Masyarakat dan Sesama.
Mereka (IPMANAPANDODE Bandung), Bukan
sekedar Ibadah bersama Anak-anak Panti asuhan Rumah Pengharapan Baru, Namun
mereka juga memberi berbagai Kado Natal berupa Uang, barang-barang serta
sebagai bantuan social dari Organisasi IPMANAPANDODE memberikan Uang sebesar Rp
2 Juta Rupiah kepada anak-anak Panti Asuhan.
Sementara itu, Sekretaris Panti asuhan Imelda
mengatakan dirinya merasa senang dan Bahagia karena telah menghibur kami atas
kehadiran teman-teman IPMANAPANDODE Bandung di Panti Asuhan ini dengan tujuan
mengadakan Natal bersama berbakti kepada Masyarakat sehingga kami mengucapkan
banyak terima kasih dan kami sangat mengharapkan. “ kegiatan Natal selanjutnya
dapat kita laksanakan bersama” pungkasnya.
Selanjutnya, Bapak Pendeta Yulianus Situmeang, S.Th.,
dalam Kotbahnya berpesan tiga hal penting sebagai pesan Natal, yakni: Hidup
Rukun dalam Keluarga dan Sesama. Berbagai kasih dan damai dalam kehidupan
Manusia. Saling Menjaga dan Menguatkan antar Sesama.
Tiga Pesan diatas ini dapat merujuk pada Thema Natal
IPMANAPANDODE Bandung yakni:
Hidup bersama sebagai Keluarga Allah dan Sub Thema Natal yakni: Melalui Implementasi Natal IPMANAPANDODE Kita Dapat menciptakan Kasih dan Damai kepada sesama Manusia.
Mateus A. Tekege
Hidup bersama sebagai Keluarga Allah dan Sub Thema Natal yakni: Melalui Implementasi Natal IPMANAPANDODE Kita Dapat menciptakan Kasih dan Damai kepada sesama Manusia.
Mateus A. Tekege





