Most Popular
This Week
Uskup Keuskupan Timika Resmikan "Auki Tekege" Sebagai Tokoh Gereja di Wilayah Meepago
AUKI TEKEGE, Pimpinan Gereja Katolik Keuskupan Timika menetapkan Auki Tekege, seorang tokoh masyarakat Suku Mee di Modio-Mapia, sebagai...
SAYA SEBAGAI SELAKU KETUA DEWAN ADAT DEBEY SANGAT KESAL
Bersatu untuk berubah. Sumber ( Elias Bidaugi Pigome , EPI ) DEBEI, 26/04 = > Saya sangat menyesal dengan adanya 20an lebih orang D...
Popular Posts
Latest Stories
What is new?
Comments
What They says?
Pemerintah Lebih Pentingkan Palestina Ketimbang Konflik Papua
| Add caption |
KBR68H, Bandung - Perwakilan
masyarakat Papua yang tergabung dalam Nasional Papua Solidaritas (NAPAS)
menyatakan pemerintah lebih memilih mengurus penuntasan konflik
Palestina daripada konflik di Papua. Padahal Papua merupakan salah satu
provinsi di Indonesia.
Hal itu dibuktikan dengan digelarnya
Konferensi Internasional Untuk Kemerdekaan Al Quds dan Palestina (4-5
Juli) di Hotel Savoy Homann, jalan Asia Afrika, Bandung. Menurut juru
bicara NAPAS Frans Tomoki, pemerintah saat ini tidak mengakui maraknya
penindasan, pembantaian dan pembunuhan warga setempat oleh militer.
Tetapi malah mengurus konflik negara lain.
“Inti kami adalah itu, pemerintahan
jangan bohonglah menyatakan ada krisis kemanusiaan di Papua dan harus
diagendakan juga dibicarakan dalam dalam delegasi konferensi yang akan
dilakukan di sana, di gedung sini (Savoy Homann),” katanya usai unjuk
rasa di depan Gedung Merdeka, jalan Asia Afrika, Bandung.
Juru bicara NAPAS Frans Tomoki
mengatakan selama 50 tahun rakyat Papua mengalami intimidasi demi
kepentingan ekonomi, politik imperialis dan kloniasi antara Indonesia
dengan Amerika.
Dia menambahkan akibat intimidasi yang
berlangsung puluhan tahun itu jumlah penduduk asli Papua mengalami
penurunan menjadi dari tujuh ribuan menjadi seribuan orang. Nasional
Papua Solidaritas menuntut penarikan militer organik dan non organik
oleh pemerintah agar konflik kemanusiaan berhenti.
About Unknown
Adds a short author bio after every single post on your blog. Also, It's mainly a matter of keeping lists of possible information, and then figuring out what is relevant to a particular editor's needs.


Tidak ada komentar: