.
Selama manusianya cerdas maka ia mempunyai kebijakan dan kebajikan dalam
jiwanya. Barulah setelah itu dia mampu menguasai sains dan teknologi.
Budaya lalu itulah yang menjadi kontra budaya yang kemudian masuk ke
dalam tatanan menjadi masyarakat (budaya) alternatif yang akan dipilih
oleh bangsa Papua ini..
Semuanya melalui pendidikan yang tertata rapi: pendidikan yang mampu mencerdaskan, mampu menumbuhkan jiwa yang bajik dan bijak, dan menguasai sains dan teknologi. Itulah nanti yang akan mengubah bangsa Papua menjadi Papua baru.
Hal ini tampaknya akan menjadi ”momok” bagi pendidikan di Papua.
Ada 4 ( Empat )Poin Yang Harus Pemerintah Papua di Fasilitasi Adalah Sebagai Serikut :
* Pemerintah Provinsi Papua harus melengkapi atau menambah kekurangan tenaga pendidik (guru ) yang profesional.
* Pemerintah Provinsi Papua harus
memberikan beasiswa khusus kepada calan-calon Pendidikan (Tenaga Guru)
yang sedang dan akan menuntut Ilmu dan nantinya akan menuai/mengabdi di
tanah Papua yang kita cintai ini.
* Pemerintah Provinsi Papua terselesaikan, masalah
sarana pendidikan yang tidak memadai muncul,di Tanah Papua dan
* Pemerintah Provinsi Papua menyusul persoalan
mahalnya biaya pendidikan.Padahal di Tanah Papua Kaya Raya dengan hasil Alamnya sendiri.
Kita masih merasa sebagai bangsa yang tertinggal dalam berbagai Aspek dibandingkan dengan bangsa lain. Oleh karena itu, Saya mengimbau kepada kepada Pemerintah Provinsi Papua, Agar supaya jalan untuk mencerdaskan bangsa Papua adalah dengan meningkatkan pendidikan demi untuk menjadikan bangsa yang cerdas melalui sistem pendidikan nasional yang menyeluruh dan terencana.
Namun, untuk menuju ke arah itu, jalan yang ditempuh sangat panjang dan berliku karena persoalan pendidikan sangat terkait dengan faktor lain, termasuk masalah ekonomi, Politik dan masalah sosial lainnya. Para guru pun diharapkan mulai mengubah cara belajar kepada siswa.
Para guru pun tidak boleh lagi memberikan tekanan kepada siswa seperti pelajaran menghafal dan memberikan soal pilihan ganda (multiple choice) karena bisa berdampak pada pembentukan kepribadian.
Peran pendidikan, sebagai sarana pemberdayaan, harus secara sadar menyiapkan peserta didik dalam kehidupan masyarakat baik sebagai individu maupun anggota masyarakat.
Pemberdayaan hanya mempunyai makna jika proses pemberdayaan menjadi bagian dan fungsi dari kebudayaan. Oleh karena itu, pendidikan harus menumbuhkan jiwa independensi, menggerakkan pernyataan diri dan para pendidik mengajar siswa untuk hidup dalam harmoni dengan menghargai adanya perbedaan. Ke depannya, sistem pendidikan harus berubah dari instruksional menjadi motivasional berprestasi, berkreasi, dan berbudi pekerti.
Oleh : Moyai Kedee
Terima kasih, Smoga bermanfaat bagi Pemerintah Daerah ( Pemda )dan para pendidik ( Guru ) semua !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar