• Latest Stories

      What is new?

    • Comments

      What They says?


    , , ,

    Ibadah dan Seminar IPMANAPANDODE Bandung
    BANDUNG, - Mahasiswa Papua akan kembali merayakan HUT Injil Masuk Di Tanah Papua 05 Februari ( PI Ke 161 ). bersama Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire- Paniai- Dogiyai dan Deiyai (Ipmanapandode ) Bandung, Pada jumat (05 Februari 2016 ) di "Wisma Diklat Bina Marga" Jalan LL. RE. Martadinata no. 119, Bandung, Jawa barat.

    Dalam perayaan HUT Injil Masuk Di Tanah Papua ( PI Ke 161 ) ini juga mereka akan menggelar SEMINAR Dengan Thema; Menapaki Masa Lalu Yang Kelam, Merajut Masa Depan Yang Cerah".
    Pembicara/ Narasumber oleh penulis Buku " Deiyai Dalam Proses Pembangunan Bangsa" "Herman Tillemans Awee Pitoo" dan Wodeyokaipouga Bobii Nabi Yang Terlupakan" (Bapak Frans IGN Bobii. S. AP). 


    Perayaan HUT Injil Masuk Di Tanah Papua 05 Februari ( PI Ke 161) pada tanggal 05 Februari ini bertepatan dengan berakhirnya program kerja dari Badan Pengurus Harian ( BPH ) Ipmanapandode Bandung, sehingga mereka akan memeriahkan dengan berbagai kegiatan Ibadah, Seminar dan akan hadir Stasion TVRI Nasional untuk meliput berbagai kegiatan dalam perayaan PI Ke 161 di tanah Papua maupun Seminar ini.

    Sementara itu terlihat Pelajar dan Mahasiswa Ipmanapandode Bandung tengah mempersiapkan diri untuk mengsukseskan kegiatan ibadah dan Seminar pada kali ini.

    Pada hari ini, Sabtu 31 januari kami usai rapat untuk pembagian tugas dan kerja kepada seluruh anggota Ipmanapandode Bandung. Kemudian kami juga akan edarkan surat undangan kepada berbagai kampus yang kuliah mayoritas Mahasiswa Papua yang ada di jawa barat seperti kampus IPDN, UPI, IKOPIN, UNLA dan UNJANI. Selain itu kami juga mengundang seluruh Paguyuban- Paguyuban, Kombas serta Komunitas Orang Papua. Tutur Ketua Panitia Pelaksana, Frans Pekei.

    Kami siap mengsukseskan kegiatan Ibadah serta Seminar pada kali ini, Karena ini adalah mandat dan intruksi untuk menguji dan mendewasakan dalam kinerja kepanitian untuk bekerja oleh keluarga besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai dan Deiyai ( Ipmanapandode ) Bandung. Tandasnya. (M.T )

    , , , , ,


    Foto Saat Ibadah Natal Seminar dan Tahun Baru, IPMANAPANDODE Se-jawa dan Bali  Di Surabaya
    Surabaya - Perayaan Natal, seminar dan Tahun baru “Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai (IPMANAPANDODE) se-Jawa dan Bali. Pada  tahun 2015/2016, telah berlangsung  merayakan di Jl, Pandaan Trawas. “ Graha Duta Kasih”. Acara ini berlangsung  pada tanggal 27 Desember 2015 hingga 01 Januari 2016.

    Ketua panitia pelaksana, Kadepa, menjelaskan dalam  sambutannya  bahwa penyelenggaraan acara Ibadah Natal, seminar  dan Tahun ini bertujuan untuk membangun tali persaudaraan serta meningkatkan  semangat dan cinta kasih sesama pelajar dan mahasiswa/I  asal Nabire,Paniai,  Dogiyai dan Deiyai yang sedang menempuh  pendidikan di pulau Jawa dan Bali.

    Dalam perayaan Natal seminar dan Tahun baru IPMANAPANDODE Se-Jawa dan Bali ini, mereka mengangkat , Thema: “Kamu Akan Mengetahui Kebenaran dan Kebenaran Itu Akan Memerdekakan Kamu ” Yoh. 8 : 23 - 28 .
    Sub thema: Dengan kelahiran Yesus yang di dalamnya ada hidup dan terang ALLAH.  Mari kita mempersiapkan diri untuk membangun tanah Papua.

    Dalam Penyelenggaraan Ibadah natal, dan penyambutan tahun baru, juga mengadakan seminar. Untuk Pemateri  pertama adalah: dr. Mia Maria Giyai,  Seminar tentang “ Pentingnya Pemberantasan HIV AIDS di Meuwodide dan Umumnya seluruh Papua’’.  Maksud dan tujuan dari pada Materi ini karena Pemateri  melihat situasi yang meningkat akan virus HIV AIDS di daerah.

    Pemateri Kedua adalah: Titus Pekei, SH. M.Si. juga penggagas Noken Papua. Seminar tentang;  “Pentingnya Noken “AGIYA” Bagi Suku Mee: Masyarakat Asli Papua “MAP” Jiwai keadaban Budaya Noken Tas Papua”.  Dalam Seminar ini juga penggagas Noken Papua Titus Pekei memberi kan  gelar  Prof. Noken kepada para peserta seminar karena Noken adalah mengandung arti yang luas bagi MAP.
    Pemateri ketiga; Longginus Pekei, juga adalah guru SMA Adhi Luhur. Seminar tentang; Pentingnya Pendidikan Berkarakter  kita. Tujuannya karena kebanyakan materi tanpa praktek sehingga perluhnya praktek  seperti kajian- kajian ilmiah dan sejenisnya, Melandaskan karakter bagi anak-anak Papua khususnya Meeyoka.

    Sementara itu, pantauan media ini terlihat para pimpinan Aliansi Mahasiswa Papua “AMP “ Mengisi kekosongan jadwal untuk diskusi bebas. Dengan Topk;  “ Landasan Pemikiran Manusia Mee Demi Pembebasan Papua”. Para pimpinan diskusi bebas meminta kepada seluruh  peserta untuk berargument dan ide dari berbagai  perspektif  baik itu Ekonomi, Politik, Budaya atau kebiasaan manusia Mee untuk solusi menuju pembebasan Papua.

    Selain seminar, beberapa kegiataan yang berlangsung seperti pertandingan sepak bola antar kota studi), Bola Volly  putra/i , serta beberapa acara selingan, seperti Pentas Budaya, Pentas Band, serta seni. Tujuan utama dari penyelenggaraan kegiataan ini adalah untuk meningkatkan kebersamaan, kekompakan, kekeluargaan serta melestarikan dan mempertahankan Budaya Mee antar setiap IPMANAPANDODE  se-Jawa dan Bali.

    Pengujung  acara kegiatan Perayaan Natal Seminar dan Tahun Baru, berlangsung evaluasi semua kegiatan yang telah usai berlangsung. Ketua Panitia pelaksana; Kadepa,  Jhon Ukago sebagai mewakili senioritas dan Ketua IPMANAPANDODE Surabaya, Frans Madai, menempati dan  memanduh  acara  untuk  EVALUASI. 

    Mereka memintah masing-masing kota studi maju perwakilan untuk menyampaikan masukan, Kritikan maupun pendapat mereka tentang Natal Seminar dan Tahun itu sendiri. Setelah itu melanjutkan pemberian piala bagi kota study yang berprestasi membawa juara dari semua perlombahan kegiatan, juga  melanjutkan  dengan penentuan kota studi untuk Natal tahun 2016/2017. 

    kebiasaan menentukan kota studi  untuk Natal bersama IPMANAPANDODE Se-jawa- bali adalah per/wilayah sehingga tahun 2013/14 lalu di laksanakan di wilayah barat tepatnya  di kota study  Bandung.  Tahun 2014/15 kemarin  di laksanakan di wilayah jawa tengah  tepatnya  di kota study  Semarang. Tahun  2015/16 ini  di laksanakan di wilayah jawa timur  tepatnya  di kota study  Surabaya. 
    Kemudian, Kembali lagi kejawa barat dan jatuh tepat di kota study Jakarta untuk tahun 2016/2017 mendatang.

    Diakhiri dengan doa penutup, Ramah tama serta salam- salaman bagi seluruh peserta dari setiap kota studi.

    Mateus A Tekege

    , , , , , ,

    Natal Bersama IPMANAPANDODE Bandung di Panti Asuhan " Rumah Pengharapan Baru" Jl. Jayagiry 1. No.2 Lembang Jawa Barat. Foto ( Ade/ Kusuma, 23/12/2015 )

    Ikatan Pelajar Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai (IPMANAPANDODE) kota study Bandung menggelar Natal bersama anak-anak panti asuhan di Rumah pengharapan Baru, yang terletak di Jln Jayagiri No. 02 Kelurahan Lembang, Kabupaten Bandung Jawa Barat. Rabu (23/Desember 2015) kemarin.

    Mateus A. Tekege, menuturkan bahwa Merayakan Ibadah Natal bersama dengan maksud supaya menciptakan kebersamaan umat manusia untuk saling peduli terhadap sesama agar dapat mengenal Allah. Namun, dalam Konteks umum di Dunia Perayaan Natal selalu diselenggarakan dalam rangka mengenang kelahiran sang Juru s’lamat ke Dunia karena menghapus dosa umat manusia sehingga melalui kasih Allah dapat menghapus Dosa Umat manusia.

    “Oleh karena itu, Kami Keluarga Besar Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai yang sedang mengenyam pendidikan di Kota Pasundan ingin berbagi suka cita dan damai sejahtera dengan anak-anak Panti Asuhan di Rumah Pengharapan Baru” Ujar, Ketua IPMANAPANDODE Bandung Mateus A. Tekege.

    Perayaan Natal kali ini menjadi lebih special dan dirasakan maknanya oleh banyak Anggota, karena selain Merayakan Perayaan Natal seperti biasanya di Lingkungan Pelajar dan Mahasiswa Papua di Bandung dan sekitarnya.

    Dalam Perayaan NATAL IPMANAPANDODE kali ini Ketua Mahasiswa Seluruh tanah Papua kota study Bandung, Jack Peyon, didampingi oleh Sekjen Leonardus O. Magai dan Wakil ketua IMASEPA Cheko Kogoya, turut menghadiri. Selain mereka,  TVRI Jawa barat terlihat  meliput dan mewawancai Pembina Organisasi, Ketua IPMANAPANDODE dan BPH IMASEPA.

    Wakil Ketu Badan Pengurus Harian Ikatan Mahasiswa Seluruh Tanah Papua (IMASEPA) Bandung, Cekho Kogoya, Mengapresiasi dan menuturkan dalam wawancari TVRI. Kegiatan Natal teman-teman IPMANAPANDODE bersama dengan anak-anak Panti Asuhan ini adalah suatu kegiatan yang menerobos  tembok. Karena baru kali ini kami BPH IMASEPA melihat kegiatan seperti ini di kota Bandung. Semoga kedepannya teman-teman Ikatan keluarga Besar IPMANAPANDODE, mempertahankan rasa kepedulian sesama umat manusia sebagai Anak- anak Allah. Harapnya.

    kali ini Kami bisa Merayakan Natal bersama dengan Anak-Anak Panti Asuhan Rumah Pengharapan Baru dengan maksud berbagi kedamaian, kasih, dan pengharapan yang Teguh akan Allah terhadap sesama dengan diwujud nyatakan menjadi orang tua Asuh dan Sanak saudara demi menyatakan Se-Iman bersama anak-anak Panti Asuhan Rumah Pengharapan Baru. Ujar Ketua Panitia Pelakana IPMANAPANDODE Bandung, Andreas Tagi.

    Anak- anak Panti Asuhan Rumah Pengharapan Baru yang karena kondisi keluarganya yang kurang beruntung dan memadai sehingga, terpaksa sejak kecil mereka kehilangan kasih sayang dari orang tuanya, mereka hidup menderita, hidup bersahaja dan berkekurangan, dan juga kadang-kadang mereka harus memendam kerinduannya dengan orang tua dan keluarganya, sementara banyak anak-anak kita yang hidup berkelimpahan dengan penuh kasih sayang dari orang tuanya.

    “Maka sangatlah tepat bila Tuhan Yesus bersemayam dan berpihak pada anak-anak Panti Asuhan Rumah Pengharapan Baru dengan kata lain Anak-anak panti adalah Potret Tuhan Yesus itu sendiri” Ungkap Leonardus O. Magai yang juga Pembina IPMANAPANDODE Bandung.

    Lebih lanjut ia berpesan berpijak pada Iman tersebut, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai Kota Study Bandung bertekad kuat untuk mengadakan Natal bersama dengan melakukan gerakan peduli dan berbagi kasih kepada anak-anak Panti Asuhan Rumah Pengharapan Baru secara tulus menjadi orang tua dan sanak saudara dalam merayakan Natal bersama dengan Damai sebagai bentuk Pengabdian kepada Masyarakat dan Sesama.

    Mereka (IPMANAPANDODE Bandung), Bukan sekedar Ibadah bersama Anak-anak Panti asuhan Rumah Pengharapan Baru, Namun mereka juga memberi berbagai Kado Natal berupa Uang, barang-barang serta sebagai bantuan social dari Organisasi IPMANAPANDODE memberikan Uang sebesar Rp 2 Juta Rupiah kepada anak-anak Panti Asuhan.

    Sementara itu, Sekretaris Panti asuhan Imelda mengatakan dirinya merasa senang dan Bahagia karena telah menghibur kami atas kehadiran teman-teman IPMANAPANDODE Bandung di Panti Asuhan ini dengan tujuan mengadakan Natal bersama berbakti kepada Masyarakat sehingga kami mengucapkan banyak terima kasih dan kami sangat mengharapkan. “ kegiatan Natal selanjutnya dapat kita laksanakan bersama” pungkasnya.
    Selanjutnya, Bapak Pendeta Yulianus Situmeang, S.Th., dalam Kotbahnya berpesan tiga hal penting sebagai pesan Natal, yakni: Hidup Rukun dalam Keluarga dan Sesama. Berbagai kasih dan damai dalam kehidupan Manusia. Saling Menjaga dan Menguatkan antar Sesama.

    Tiga Pesan diatas ini dapat merujuk pada Thema Natal IPMANAPANDODE Bandung yakni:
    Hidup bersama sebagai Keluarga Allah dan Sub Thema Natal yakni: Melalui Implementasi Natal IPMANAPANDODE Kita Dapat menciptakan Kasih dan Damai kepada sesama Manusia. 


    Mateus A. Tekege

    , , , , ,


    BANDUNG___Hari ini IPMANAPANDODE Bandung tak seperti hari biasa karena IPMANAPANDODE Bandung telah melangsungkan pembagian buku PANDUAN bertepatan dengan Kostum Natal Seminar dan Tahun Baru 2016 IPMANAPANDODE sejawa dan bali di Surabaya, pada 05 Desember 2015 .

    Sementara itu, mereka juga tengah membuat kaos olahraga guna  untuk persiapan Natal sejawa bali. Kegiatan Organisasi maupun persiapan Natal selalu mereka berlanjut. kekompakan mereka sangatlah menonjol. Selain itu mereka juga akan adakan Natal lokal bersama anak-anak Kristen katholik di Pantiasuhan lembang pada 23 Desember mendatang.

    Mereka akan memberikan sumbansi berupa pakaian makanan dan minuman bagi anak-anak panti asuhan. Panti asuhan adalah Perkumpulan anak gelandangan dan jalanan kristen katolik di lembang jawa barat. tak hanya itu,  latihan persiapan yang telah di bebankan oleh panitia Natal, Seminar dan Tahun Baru pun mereka berlanjut latihan.

    Berikut: Lampiran kegiatan foto dan Gambar IPMANAPANDODE Bandung
     
                              Foto bersama: Usai Doa Syukuran atas Wisudawan/ti IPMANAPANDODE Bandung



                        Buku PANDUAN IPMANAPANDODE Bandung  tahun 2014-2016



    LAMBANG BENDERA: IPMANAPANDODE Bandung



                             BAJU KOSTUM: Natal Seminar dan Tahun Baru IPMANAPANDODE Bandung

                                                                               KAOS OLAHRAGA: IPMANAPANDODE Bandung

    Kami hanya titip SALAM  kareba kami sangat membanggakan bagi seluruh Anggota IPMANAPANDODE Bandung, Karena selalu loyal dan peduli terhadap Organisasi kita dalam wadah IPMANAPANDODE Bandung juga adalah tempat dimana kita BELAJAR: Berbicara, Berdiskusi, Berpidato, Beriman, Bersapa, Bertapa, Berteduh, Berbincang, Berfikir, Berhumor, Bercanda tawa, Berdiri, Berbaca, Berdialog, Bersopan santun, Berjalan jalan, Berinisiatif, Berimbuh, Berdua, Berajak, Beranjak, dll.

    ########## MOYAI KEDEE ########





    , ,

    Oleh: Log Yonine Magai

    Foto : Log Yonine Magai ; Mahasiswa Aktif di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI ) Di Bandung.

    UNIVERSITAS
    adalah masa yang berbeda dibandingkan sekolah. Ketika seseorang sudah mendapati status sebagai seorang mahasiswa, banyak tuntutan dan juga harapan yang berkecamuk di dalam pikirannya. “Saya harus lebih mandiri”, “Saya harus lebih aktif”, “Saya harus berubah!”, dan lain sebagainya. Salah satu pikiran yang paling banyak mendominasi adalah “Saya harus membuka usaha pribadi, berusaha hidup mandiri tanpa bergantung kepada orang tua” dan “Saya harus aktif berorganisasi, memiliki banyak relasi, dan sukses di berbagai bidang”.

    Hal yang paling sering membuat galau para mahasiswa adalah, manakah yang harus saya prioritaskan? Akademik? ..Ataukah organisasi? Pikiran ini tidaklah salah, akan tetapi juga tidaklah betul sepenuhnya. Karena pada hakikatnya, akademik dan organisasi itu selalu berjalan seiring atau sejalan antara satu dan lainnya.

    Sebagai seorang mahasiswa, sudah jelas bahwa kewajiban kita adalah untuk menuntut ilmu, belajar, dan lulus dengan nilai yang memuaskan dan membawa title sarjana. Akan tetapi, untuk menunjang hal tersebut, kita membutuhkan sebuah relasi. Misalnya, relasi untuk saling mendukung akademik, relasi untuk menyuplai buku-buku perkuliahan, dan juga kebutuhan lainnya. Hal tersebut bisa kita dapatkan salah satunya melalui organisasi. Tak sekadar relasi, dengan berorganisasi kita juga bisa mendapatkan hal lainnya, seperti pengembangan softskill, pengalaman yang tidak tergantikan, dan masih banyak lagi. Berikut ini beberapa hal keuntungan yang akan kita dapatkan jika kita berorganisasi.

    1.      Organisasi Meningkatkan Relasi.

    Siapa yang tidak mau terkenal seantero kampus? Berjalan kemana-mana selalu disapa dan dikenal? Butuh ini dan itu tak perlu repot mencarinya? Yah, itulah enaknya ketika banyak relasi. Ketika kita hanya menjadi mahasiswa yang ‘kupu-kupu’ (kuliah-pulang, kuliah-pulang), maka pastilah kenalan kita hanyalah teman satu kelas, teman satu jurusan (ketika mengontrak mata kuliah tertentu), teman kosan, dan lainnya. Tidak lebih baik daripada itu.

    Akan tetapi ketika kita aktif berorganisasi, kita sering diberi amanah-amanah untuk mengerjakan hal-hal tertentu, bertemu dengan aktivis dari organisasi lain, pejabat kampus, dan orang-orang penting lainnya, maka tentulah nama kita akan disorot oleh berbagai pihak dan membantu kita dalam banyak hal. Kita akan lebih mengetahui seluk-beluk birokrasi kampus, struktur organisasi kampus, dan juga kebijakan-kebijakan pihak universitas dalam berbagai hal. Pun ketika nanti kita ingin menjadi seorang pemegang kekuasaan di kampus, kita akan mengetahui terlebih dahulu tugas dan fungsi jabatan tersebut sedari sekarang, hanya dengan berbincang-bincang dengan pemegang jabatan tersebut mulai dari saat ini.

    2.      Organisasi Mengembangkan Kemampuan Diri.

    Ingin bisa berbicara dengan lantang, penuh percaya diri, dan gagah berani?
    Berpikiran visioner, disiplin, dan mampu melakukan berbagai macam hal?

    Percaya ataupun tidak, semua itu dapat dilakukan dengan melakukan kegiatan-kegiatan keorganisasian, dimulai dari rapat hingga ke teknis pelaksanaan dalam kepanitiaan.

    Ketika kita memulai rapat, kita dituntut untuk disiplin terhadap waktu. Datang on time, tidak terlambat, dan menghormati pemimpin rapat. Kemudian di dalam rapat, kita dituntut untuk aktif berbicara, terlebih ketika memegang amanah sebagai koordinator suatu divisi kepanitiaan. Berpandangan luas, menambah wawasan, softskill terasah, dan kemampuan manajemen diri dan memanajemen orang lain pasti bertambah. Aplikasi dari pembelajaran tersebut dapat kita lihat ketika terjun ke dunia pekerjaan. Di mana kita harus memahami situasi dan kondisi perusahaan atau instansi, mengkondisikan karyawan, murid, hingga relasi, dan tuntutan ketika kita harus melakukan berbagai macam pekerjaan dengan latar belakang yang berbeda. Hal tersebut dapat teratasi ketika kita memiliki banyak pengalaman di organisasi.

    3.      Organisasi Memberikan Pengalaman.

    Menjabat sebagai ketua, koordinator, bahkan staf, adalah hal yang tidak tergantikan. Merasakan bagaimana memimpin dan dipimpin, bekerja dan dipekerjakan, susah dan senang, tawa dan duka, haru dan canda, itu semua dapat dirasakan dalam organisasi. Bagaimana cara bekerjasama dengan rekan kerja, saling berbagi keluh kesah ketika memegang amanah, merasakan repot dan sulitnya mengurusi suatu acara hingga tidur tidak pulas dan pulang larut malam, membagi diri antara belajar, bermain, dan bekerja, itu semua merupakan pengalaman berharga yang tidak tergantikan dan hanya dapat dirasakan ketika kita bergabung dalam sebuah organisasi. Pengalaman-pengalaman tersebut terpatri dalam diri dan membentuk pribadi kita menjadi seseorang yang teguh, ulet, disiplin, dan amanah. Dengan berorganisasi, pengalaman itu menjadi kenangan-kenangan dan cerita indah di masa tua nanti.

    4.      Organisasi Meninggikan Prestasi

    Salah satu fungsi organisasi adalah sebagai wadah pengembangan minat dan bakat anggotanya. Dengan bergabungnya kita ke dalam suatu organisasi yang sesuai minat dan bakat kita, maka kita dapat meningkatkan ilmu terhadap bidang tersebut dan juga mendapatkan informasi-informasi terkait lomba dan kompetisi seputar bidang yang kita geluti. Dengan prestasi, kita dapat meninggikan nama dan derajat organisasi. Sebaliknya, ketika organisasi kita mendapatkan prestasi dan predikat yang baik di mata khalayak umum maka secara tidak langsung organisasi tersebut dapat meninggikan harkat dan martabat kita juga bagi masyarakat. Organisasi dapat membuat kita belajar dan berkarya, dan organisasi juga dapat menjadi wadah kita untuk melejitkan prestasi yang telah kita raih.

    Dengan berbagai keuntungan yang akan kita dapatkan dari organisasi, apalagi yang masih kita ragukan untuk bergabung didalamnya? Orang dengan prestasi baik dan aktif organisasi akan lebih diperhitungkan dibandingkan orang yang berprestasi tapi tidak aktif organisasi. Sudah, pastikan dirimu menentukan organisasi mana yang akan diikuti?

    Penulis Adalah : Log Yonine Magai ; Mahasiswa Aktif di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI )

    , ,

    Foto Bersama, Usai Ibadah Syukuran Wisudawan/ti di GMKI Jl. Dago Bandung Jawa Barat.
    ( Foto Dok Sekretariat IPMANAPANDODE Bandung )
    Bandung MK : Sedikitnya 4 Mahasiswa/I IPMANAPANDODE Bandung, telah menyelesaikan study mereka sehingga para Wisudawan/ti mengadakan syukuran bersama. Kemarin, (Sabtu 17 Oktober 2015). Di Gedung GMKI jalan Dago, Bandung Jawa Barat.

    Dalam Doa Syukuran ini mereka mengangkat dengan Thema: Bersyukur Dalam Segala Hal. Sub Thema: “Kami Di Utus Untuk Masa Depan Bangsa”.

    Para Wisudawan/ti mengadakan syukuran bersama IPMANAPANDODE Bandung ini sebagai tanda ucapan syukur Kepada Tuhan karena menyelesaikan perkuliahan mereka dengan baik . Dan juga tanda perpisahan antara para Wisudawan/ti sebagai senioritas dengan yunioritas yang sedang menempuh study di kota Bandung.

    karena baik buruk, susah senang bersama Yunioritas dalam wadah Organisasi mereka adalah IPMANAPANDODE Bandung.

    Pembawa Firman Tuhan. Deky Ogetai; mengajak kepada seluruh hadirin untuk membacakan bersama secara serentak untuk Sub Thema adalah “Kami Di Utus Untuk Masa Depan Bangsa”. Setelah itu mengangkat ayat ( Amsal 23: 18 ) “ Karena Masa depan sunggu ada, dan Harapanmu tidak akan hilang”.

    Dalam Sambutan Oleh Ketua IPMANAPANDODE Bandung, Mateus Tekege. mengampaikan terima kasih kepada para wisudawan/ti yang mana mengadakan Doa syukuran bersama keluarga Ipmanapandode Bandung. Karena ini adalah tanda Perpisahan bagi kita namun kenangan bersama tak akan kami lupakan.

    Selanjutnya Kesan Pesan bergantian; Mewakili dari senioritas Alumni kota study Bandung, Mewakili dari Orang tua/wali, Mewakili dari wisudawan/ti .
    Berikut Nama-nama para wisudawan/ti beserta dengan Gelar mereka adalah sebagai berikut: Mateus Badii, S.AP, Salmon Keiya, SE. Yuliana Doo, SE. Marthina Mote, SE.

    Dalam acara Pengucapan Syukuran yang di adakan oleh para wisudawan/ti IPMANAPANDODE Bandung pada kali ini berjalan lancar tanpa hambatan dan hlangan hingga berkunjung puncak acaranya.
    Mateus A Tekege.

    BALEO MAKRAB IPMANAPANDODE BANDUNG TAHUN 2015
    Bandung, (MK)--- Dalam rangka menyambut anggota baru, Ikatan Pelajar dan Mahasiswi/I Kabupaten Nabire, Paniai, Dogiyai danDeiyai (IPMANAPANDODE) Bandung telah melangsungkan kegatan Malam keakraban “Makrab” selama kurang lebih 1 (satu) malam 2 hari. Mulai terhitung dari tanggal 19-20 September 2015 bertempat di Villa Cattalea, Cibodas Maribaya, Lembang -Bandung Jawa barat.

    Malam keakraban “Makrab” ini sudah menjadi tradisi bagi kami IPMANAPANDODE Bandung, Karena setiap tahun berjalan selalu melaksanakan Makrab sebagai Ucapan selamat datang dan selamat bergabung kepada Mahasiswa baru dalam wadah Organisasi IPMANAPANDODE Bandung oleh parah senioritas.

    Thema yang diangkat adalah “Merangkai Papua Bersama IPMANAPANDODE Bandung”, Sub Thema:Melalui Implementasinya MAKRAB Kita mewujudkan Kesatuan dan Persatuan.

    Berikut Foto-Foto waktu "Makrab" IPMANAPANDODE Bandung.
         



























     


Top