Most Popular
This Week
Resensi Anak Koteka Jadi Gubernur
Judul buku: Anak Koteka Jadi Gubernur Penulis Buku: Lamadi de Lamato Tebal: 226 Nama Lukas Enembe mencuat ketika ia hendak mencalonk...
INGIN TAHU TANAH TUMPAH DARAH KU
Foto_ku Waktu Reflesing di Lembang_ Tangkuban Perahu . Tempat tumpah darah-ku adalah kebo II (Dua ). Disana adalah sebuah kampung yang...
Popular Posts
Latest Stories
What is new?
Comments
What They says?
Tampilkan postingan dengan label MAHASISWA. Tampilkan semua postingan
AGAMA, MAHASISWA, Moyaipai, Papua
![]() |
| Ibadah dan Seminar IPMANAPANDODE Bandung |
Dalam perayaan HUT Injil Masuk Di Tanah Papua ( PI Ke 161 ) ini juga mereka akan menggelar SEMINAR Dengan Thema; Menapaki Masa Lalu Yang Kelam, Merajut Masa Depan Yang Cerah".
Pembicara/ Narasumber oleh penulis Buku " Deiyai Dalam Proses Pembangunan Bangsa" "Herman Tillemans Awee Pitoo" dan Wodeyokaipouga Bobii Nabi Yang Terlupakan" (Bapak Frans IGN Bobii. S. AP).
Perayaan HUT Injil Masuk Di Tanah Papua 05 Februari ( PI Ke 161) pada
tanggal 05 Februari ini bertepatan dengan berakhirnya program kerja dari
Badan Pengurus Harian ( BPH ) Ipmanapandode Bandung, sehingga mereka
akan memeriahkan dengan berbagai kegiatan Ibadah, Seminar dan akan hadir
Stasion TVRI Nasional untuk meliput berbagai kegiatan dalam perayaan PI
Ke 161 di tanah Papua maupun Seminar ini.
Sementara itu terlihat Pelajar dan Mahasiswa Ipmanapandode Bandung tengah mempersiapkan diri untuk mengsukseskan kegiatan ibadah dan Seminar pada kali ini.
Pada hari ini, Sabtu 31 januari kami usai rapat untuk pembagian tugas dan kerja kepada seluruh anggota Ipmanapandode Bandung. Kemudian kami juga akan edarkan surat undangan kepada berbagai kampus yang kuliah mayoritas Mahasiswa Papua yang ada di jawa barat seperti kampus IPDN, UPI, IKOPIN, UNLA dan UNJANI. Selain itu kami juga mengundang seluruh Paguyuban- Paguyuban, Kombas serta Komunitas Orang Papua. Tutur Ketua Panitia Pelaksana, Frans Pekei.
Kami siap mengsukseskan kegiatan Ibadah serta Seminar pada kali ini, Karena ini adalah mandat dan intruksi untuk menguji dan mendewasakan dalam kinerja kepanitian untuk bekerja oleh keluarga besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai dan Deiyai ( Ipmanapandode ) Bandung. Tandasnya. (M.T )
Sementara itu terlihat Pelajar dan Mahasiswa Ipmanapandode Bandung tengah mempersiapkan diri untuk mengsukseskan kegiatan ibadah dan Seminar pada kali ini.
Pada hari ini, Sabtu 31 januari kami usai rapat untuk pembagian tugas dan kerja kepada seluruh anggota Ipmanapandode Bandung. Kemudian kami juga akan edarkan surat undangan kepada berbagai kampus yang kuliah mayoritas Mahasiswa Papua yang ada di jawa barat seperti kampus IPDN, UPI, IKOPIN, UNLA dan UNJANI. Selain itu kami juga mengundang seluruh Paguyuban- Paguyuban, Kombas serta Komunitas Orang Papua. Tutur Ketua Panitia Pelaksana, Frans Pekei.
Kami siap mengsukseskan kegiatan Ibadah serta Seminar pada kali ini, Karena ini adalah mandat dan intruksi untuk menguji dan mendewasakan dalam kinerja kepanitian untuk bekerja oleh keluarga besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai dan Deiyai ( Ipmanapandode ) Bandung. Tandasnya. (M.T )
AGAMA, ALAM PAPUA, MAHASISWA, Moyaipai, PENDIDIKAN, PROFIL
![]() | |
| Foto Saat Ibadah Natal Seminar dan Tahun Baru, IPMANAPANDODE Se-jawa dan Bali Di Surabaya |
Surabaya -
Perayaan Natal, seminar dan Tahun baru “Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire,
Paniai, Dogiyai, Deiyai (IPMANAPANDODE) se-Jawa dan Bali. Pada tahun 2015/2016, telah berlangsung merayakan di Jl, Pandaan Trawas. “ Graha Duta
Kasih”. Acara ini berlangsung pada
tanggal 27 Desember 2015 hingga 01 Januari 2016.
Ketua panitia
pelaksana, Kadepa, menjelaskan dalam
sambutannya bahwa penyelenggaraan
acara Ibadah Natal, seminar dan Tahun ini
bertujuan untuk membangun tali persaudaraan serta meningkatkan semangat dan cinta kasih sesama pelajar dan
mahasiswa/I asal Nabire,Paniai, Dogiyai dan Deiyai yang sedang menempuh pendidikan di pulau Jawa dan Bali.
Dalam perayaan Natal seminar dan Tahun baru IPMANAPANDODE
Se-Jawa dan Bali ini, mereka mengangkat , Thema: “Kamu Akan Mengetahui
Kebenaran dan Kebenaran Itu Akan Memerdekakan Kamu ” Yoh. 8 : 23 - 28 .
Sub thema: Dengan kelahiran Yesus yang di dalamnya ada hidup dan terang ALLAH. Mari kita mempersiapkan diri untuk membangun tanah Papua.
Sub thema: Dengan kelahiran Yesus yang di dalamnya ada hidup dan terang ALLAH. Mari kita mempersiapkan diri untuk membangun tanah Papua.
Dalam Penyelenggaraan Ibadah natal, dan penyambutan tahun
baru, juga mengadakan seminar. Untuk Pemateri pertama adalah: dr. Mia Maria Giyai, Seminar tentang “ Pentingnya Pemberantasan HIV
AIDS di Meuwodide dan Umumnya seluruh Papua’’.
Maksud dan tujuan dari pada Materi ini karena Pemateri melihat situasi yang meningkat akan virus HIV
AIDS di daerah.
Pemateri Kedua adalah: Titus Pekei, SH. M.Si. juga penggagas
Noken Papua. Seminar tentang; “Pentingnya
Noken “AGIYA” Bagi Suku Mee: Masyarakat Asli Papua “MAP” Jiwai keadaban Budaya
Noken Tas Papua”. Dalam Seminar ini juga
penggagas Noken Papua Titus Pekei memberi kan
gelar Prof. Noken kepada para
peserta seminar karena Noken adalah mengandung arti yang luas bagi MAP.
Pemateri ketiga; Longginus Pekei, juga adalah guru SMA Adhi
Luhur. Seminar tentang; Pentingnya Pendidikan Berkarakter kita. Tujuannya karena kebanyakan materi
tanpa praktek sehingga perluhnya praktek
seperti kajian- kajian ilmiah dan sejenisnya, Melandaskan karakter bagi
anak-anak Papua khususnya Meeyoka.
Sementara itu, pantauan media ini terlihat para pimpinan
Aliansi Mahasiswa Papua “AMP “ Mengisi kekosongan jadwal untuk diskusi bebas.
Dengan Topk; “ Landasan Pemikiran
Manusia Mee Demi Pembebasan Papua”. Para pimpinan diskusi bebas meminta kepada
seluruh peserta untuk berargument dan
ide dari berbagai perspektif baik itu Ekonomi, Politik, Budaya atau
kebiasaan manusia Mee untuk solusi menuju pembebasan Papua.
Selain seminar, beberapa kegiataan yang berlangsung seperti
pertandingan sepak bola antar kota studi), Bola Volly putra/i , serta beberapa acara selingan,
seperti Pentas Budaya, Pentas Band, serta seni. Tujuan utama dari
penyelenggaraan kegiataan ini adalah untuk meningkatkan kebersamaan, kekompakan,
kekeluargaan serta melestarikan dan mempertahankan Budaya Mee antar setiap IPMANAPANDODE
se-Jawa dan Bali.
Pengujung acara
kegiatan Perayaan Natal Seminar dan Tahun Baru, berlangsung evaluasi semua
kegiatan yang telah usai berlangsung. Ketua Panitia pelaksana; Kadepa, Jhon Ukago sebagai mewakili senioritas dan
Ketua IPMANAPANDODE Surabaya, Frans Madai, menempati dan memanduh
acara untuk EVALUASI.
Mereka memintah masing-masing kota studi maju perwakilan untuk
menyampaikan masukan, Kritikan maupun pendapat mereka tentang Natal Seminar dan
Tahun itu sendiri. Setelah itu melanjutkan pemberian piala bagi kota study yang
berprestasi membawa juara dari semua perlombahan kegiatan, juga melanjutkan dengan penentuan kota studi untuk Natal tahun 2016/2017.
kebiasaan menentukan kota studi untuk Natal bersama IPMANAPANDODE Se-jawa-
bali adalah per/wilayah sehingga tahun 2013/14 lalu di laksanakan di wilayah
barat tepatnya di kota study Bandung.
Tahun 2014/15 kemarin di
laksanakan di wilayah jawa tengah
tepatnya di kota study Semarang. Tahun 2015/16 ini
di laksanakan di wilayah jawa timur
tepatnya di kota study Surabaya.
Kemudian, Kembali lagi kejawa barat
dan jatuh tepat di kota study Jakarta untuk tahun 2016/2017 mendatang.
Diakhiri dengan doa penutup, Ramah tama serta salam- salaman
bagi seluruh peserta dari setiap kota studi.
Mateus A
Tekege
AGAMA, MAHASISWA, Moyaipai, Papua, pembangunan, PENDIDIKAN, PROFIL
![]() |
| Natal Bersama IPMANAPANDODE Bandung di Panti Asuhan " Rumah Pengharapan Baru" Jl. Jayagiry 1. No.2 Lembang Jawa Barat. Foto ( Ade/ Kusuma, 23/12/2015 ) |
Ikatan Pelajar Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai (IPMANAPANDODE) kota study Bandung menggelar Natal bersama anak-anak panti asuhan di Rumah pengharapan Baru, yang terletak di Jln Jayagiri No. 02 Kelurahan Lembang, Kabupaten Bandung Jawa Barat. Rabu (23/Desember 2015) kemarin.
Mateus A. Tekege, menuturkan bahwa Merayakan Ibadah Natal bersama dengan maksud supaya menciptakan kebersamaan umat manusia untuk saling
peduli terhadap sesama agar dapat mengenal Allah. Namun, dalam Konteks umum di
Dunia Perayaan Natal selalu diselenggarakan dalam rangka mengenang kelahiran
sang Juru s’lamat ke Dunia karena menghapus dosa umat manusia sehingga melalui
kasih Allah dapat menghapus Dosa Umat
manusia.
“Oleh karena itu, Kami Keluarga Besar Ikatan Pelajar
dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai yang sedang mengenyam
pendidikan di Kota Pasundan ingin berbagi suka cita dan damai sejahtera dengan
anak-anak Panti Asuhan di Rumah
Pengharapan Baru” Ujar, Ketua IPMANAPANDODE Bandung Mateus A. Tekege.
Perayaan Natal kali ini menjadi lebih special dan
dirasakan maknanya oleh banyak Anggota, karena selain Merayakan Perayaan Natal
seperti biasanya di Lingkungan Pelajar dan Mahasiswa Papua di Bandung dan
sekitarnya.
Dalam Perayaan NATAL IPMANAPANDODE kali
ini Ketua Mahasiswa Seluruh tanah Papua kota study Bandung, Jack Peyon, didampingi
oleh Sekjen Leonardus O. Magai dan Wakil ketua IMASEPA Cheko Kogoya, turut menghadiri. Selain mereka, TVRI Jawa barat terlihat meliput dan mewawancai Pembina Organisasi,
Ketua IPMANAPANDODE dan BPH IMASEPA.
Wakil Ketu Badan Pengurus Harian Ikatan Mahasiswa Seluruh Tanah Papua (IMASEPA) Bandung, Cekho Kogoya, Mengapresiasi dan menuturkan dalam wawancari TVRI. Kegiatan Natal teman-teman IPMANAPANDODE bersama dengan anak-anak Panti Asuhan ini adalah suatu kegiatan yang menerobos tembok. Karena baru kali ini kami BPH IMASEPA melihat kegiatan seperti ini di kota Bandung. Semoga kedepannya teman-teman Ikatan keluarga Besar IPMANAPANDODE, mempertahankan rasa kepedulian sesama umat manusia sebagai Anak- anak Allah. Harapnya.
kali ini Kami bisa Merayakan Natal bersama dengan
Anak-Anak Panti Asuhan Rumah Pengharapan Baru dengan maksud berbagi kedamaian,
kasih, dan pengharapan yang Teguh akan Allah terhadap sesama dengan diwujud
nyatakan menjadi orang tua Asuh dan Sanak saudara demi menyatakan Se-Iman
bersama anak-anak Panti Asuhan Rumah Pengharapan Baru. Ujar Ketua Panitia
Pelakana IPMANAPANDODE Bandung, Andreas
Tagi.
Anak- anak Panti Asuhan Rumah Pengharapan Baru yang karena
kondisi keluarganya yang kurang beruntung dan
memadai sehingga, terpaksa sejak kecil mereka kehilangan kasih sayang
dari orang tuanya, mereka hidup menderita, hidup bersahaja dan berkekurangan,
dan juga kadang-kadang mereka harus memendam
kerinduannya dengan orang tua dan keluarganya, sementara banyak anak-anak kita
yang hidup berkelimpahan dengan penuh kasih sayang dari orang tuanya.
“Maka sangatlah tepat bila Tuhan Yesus bersemayam dan
berpihak pada anak-anak Panti Asuhan Rumah Pengharapan Baru dengan kata lain
Anak-anak panti adalah Potret Tuhan Yesus itu sendiri” Ungkap Leonardus O.
Magai yang juga Pembina IPMANAPANDODE Bandung.
Lebih lanjut ia berpesan berpijak pada Iman tersebut,
Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai Kota Study
Bandung bertekad kuat untuk mengadakan Natal bersama dengan melakukan gerakan
peduli dan berbagi kasih kepada anak-anak Panti Asuhan Rumah Pengharapan Baru
secara tulus menjadi orang tua dan sanak saudara dalam merayakan Natal bersama
dengan Damai sebagai bentuk Pengabdian kepada Masyarakat dan Sesama.
Mereka (IPMANAPANDODE Bandung), Bukan
sekedar Ibadah bersama Anak-anak Panti asuhan Rumah Pengharapan Baru, Namun
mereka juga memberi berbagai Kado Natal berupa Uang, barang-barang serta
sebagai bantuan social dari Organisasi IPMANAPANDODE memberikan Uang sebesar Rp
2 Juta Rupiah kepada anak-anak Panti Asuhan.
Sementara itu, Sekretaris Panti asuhan Imelda
mengatakan dirinya merasa senang dan Bahagia karena telah menghibur kami atas
kehadiran teman-teman IPMANAPANDODE Bandung di Panti Asuhan ini dengan tujuan
mengadakan Natal bersama berbakti kepada Masyarakat sehingga kami mengucapkan
banyak terima kasih dan kami sangat mengharapkan. “ kegiatan Natal selanjutnya
dapat kita laksanakan bersama” pungkasnya.
Selanjutnya, Bapak Pendeta Yulianus Situmeang, S.Th.,
dalam Kotbahnya berpesan tiga hal penting sebagai pesan Natal, yakni: Hidup
Rukun dalam Keluarga dan Sesama. Berbagai kasih dan damai dalam kehidupan
Manusia. Saling Menjaga dan Menguatkan antar Sesama.
Tiga Pesan diatas ini dapat merujuk pada Thema Natal
IPMANAPANDODE Bandung yakni:
Hidup bersama sebagai Keluarga Allah dan Sub Thema Natal yakni: Melalui Implementasi Natal IPMANAPANDODE Kita Dapat menciptakan Kasih dan Damai kepada sesama Manusia.
Mateus A. Tekege
Hidup bersama sebagai Keluarga Allah dan Sub Thema Natal yakni: Melalui Implementasi Natal IPMANAPANDODE Kita Dapat menciptakan Kasih dan Damai kepada sesama Manusia.
Mateus A. Tekege
MAHASISWA, Moyaipai, OLAH RAGA, Papua, PENDIDIKAN, PROFIL
BANDUNG___Hari ini IPMANAPANDODE Bandung tak seperti hari biasa karena IPMANAPANDODE Bandung telah melangsungkan pembagian buku PANDUAN bertepatan dengan Kostum Natal Seminar dan Tahun Baru 2016 IPMANAPANDODE sejawa dan bali di Surabaya, pada 05 Desember 2015 .
Sementara itu, mereka juga tengah membuat kaos olahraga guna untuk persiapan Natal sejawa bali. Kegiatan Organisasi maupun persiapan Natal selalu mereka berlanjut. kekompakan mereka sangatlah menonjol. Selain itu mereka juga akan adakan Natal lokal bersama anak-anak Kristen katholik di Pantiasuhan lembang pada 23 Desember mendatang.
Mereka akan
memberikan sumbansi berupa pakaian makanan dan minuman bagi anak-anak
panti asuhan. Panti asuhan adalah Perkumpulan anak gelandangan dan
jalanan kristen katolik di lembang jawa barat. tak hanya itu, latihan persiapan yang telah di bebankan oleh panitia Natal, Seminar dan Tahun Baru pun mereka berlanjut latihan.
Berikut: Lampiran kegiatan foto dan Gambar IPMANAPANDODE Bandung
Foto bersama: Usai Doa Syukuran atas Wisudawan/ti IPMANAPANDODE Bandung
Buku PANDUAN IPMANAPANDODE Bandung tahun 2014-2016
BAJU KOSTUM: Natal Seminar dan Tahun Baru IPMANAPANDODE Bandung
KAOS OLAHRAGA: IPMANAPANDODE Bandung
Berikut: Lampiran kegiatan foto dan Gambar IPMANAPANDODE Bandung
Foto bersama: Usai Doa Syukuran atas Wisudawan/ti IPMANAPANDODE Bandung
Buku PANDUAN IPMANAPANDODE Bandung tahun 2014-2016
LAMBANG BENDERA: IPMANAPANDODE Bandung
KAOS OLAHRAGA: IPMANAPANDODE Bandung
Kami
hanya titip SALAM kareba kami sangat
membanggakan bagi seluruh Anggota IPMANAPANDODE Bandung, Karena selalu loyal
dan peduli terhadap Organisasi kita dalam wadah IPMANAPANDODE Bandung juga
adalah tempat dimana kita BELAJAR: Berbicara, Berdiskusi, Berpidato, Beriman,
Bersapa, Bertapa, Berteduh, Berbincang, Berfikir, Berhumor, Bercanda tawa,
Berdiri, Berbaca, Berdialog, Bersopan santun, Berjalan jalan, Berinisiatif,
Berimbuh, Berdua, Berajak, Beranjak, dll.
########## MOYAI KEDEE ########
########## MOYAI KEDEE ########
MAHASISWA, PENDIDIKAN, PROFIL
Oleh: Log Yonine Magai
UNIVERSITAS adalah masa yang berbeda dibandingkan sekolah. Ketika seseorang sudah mendapati status sebagai seorang mahasiswa, banyak tuntutan dan juga harapan yang berkecamuk di dalam pikirannya. “Saya harus lebih mandiri”, “Saya harus lebih aktif”, “Saya harus berubah!”, dan lain sebagainya. Salah satu pikiran yang paling banyak mendominasi adalah “Saya harus membuka usaha pribadi, berusaha hidup mandiri tanpa bergantung kepada orang tua” dan “Saya harus aktif berorganisasi, memiliki banyak relasi, dan sukses di berbagai bidang”.
Hal yang paling sering membuat galau para mahasiswa adalah, manakah yang harus saya prioritaskan? Akademik? ..Ataukah organisasi? Pikiran ini tidaklah salah, akan tetapi juga tidaklah betul sepenuhnya. Karena pada hakikatnya, akademik dan organisasi itu selalu berjalan seiring atau sejalan antara satu dan lainnya.
Sebagai seorang mahasiswa, sudah jelas bahwa kewajiban kita adalah untuk menuntut ilmu, belajar, dan lulus dengan nilai yang memuaskan dan membawa title sarjana. Akan tetapi, untuk menunjang hal tersebut, kita membutuhkan sebuah relasi. Misalnya, relasi untuk saling mendukung akademik, relasi untuk menyuplai buku-buku perkuliahan, dan juga kebutuhan lainnya. Hal tersebut bisa kita dapatkan salah satunya melalui organisasi. Tak sekadar relasi, dengan berorganisasi kita juga bisa mendapatkan hal lainnya, seperti pengembangan softskill, pengalaman yang tidak tergantikan, dan masih banyak lagi. Berikut ini beberapa hal keuntungan yang akan kita dapatkan jika kita berorganisasi.
1. Organisasi Meningkatkan Relasi.
Siapa yang tidak mau terkenal seantero kampus? Berjalan kemana-mana selalu disapa dan dikenal? Butuh ini dan itu tak perlu repot mencarinya? Yah, itulah enaknya ketika banyak relasi. Ketika kita hanya menjadi mahasiswa yang ‘kupu-kupu’ (kuliah-pulang, kuliah-pulang), maka pastilah kenalan kita hanyalah teman satu kelas, teman satu jurusan (ketika mengontrak mata kuliah tertentu), teman kosan, dan lainnya. Tidak lebih baik daripada itu.
Akan tetapi ketika kita aktif berorganisasi, kita sering diberi amanah-amanah untuk mengerjakan hal-hal tertentu, bertemu dengan aktivis dari organisasi lain, pejabat kampus, dan orang-orang penting lainnya, maka tentulah nama kita akan disorot oleh berbagai pihak dan membantu kita dalam banyak hal. Kita akan lebih mengetahui seluk-beluk birokrasi kampus, struktur organisasi kampus, dan juga kebijakan-kebijakan pihak universitas dalam berbagai hal. Pun ketika nanti kita ingin menjadi seorang pemegang kekuasaan di kampus, kita akan mengetahui terlebih dahulu tugas dan fungsi jabatan tersebut sedari sekarang, hanya dengan berbincang-bincang dengan pemegang jabatan tersebut mulai dari saat ini.
2. Organisasi Mengembangkan Kemampuan Diri.
Ingin bisa berbicara dengan lantang, penuh percaya diri, dan gagah berani?
Berpikiran visioner, disiplin, dan mampu melakukan berbagai macam hal?
Percaya ataupun tidak, semua itu dapat dilakukan dengan melakukan kegiatan-kegiatan keorganisasian, dimulai dari rapat hingga ke teknis pelaksanaan dalam kepanitiaan.
Ketika kita memulai rapat, kita dituntut untuk disiplin terhadap waktu. Datang on time, tidak terlambat, dan menghormati pemimpin rapat. Kemudian di dalam rapat, kita dituntut untuk aktif berbicara, terlebih ketika memegang amanah sebagai koordinator suatu divisi kepanitiaan. Berpandangan luas, menambah wawasan, softskill terasah, dan kemampuan manajemen diri dan memanajemen orang lain pasti bertambah. Aplikasi dari pembelajaran tersebut dapat kita lihat ketika terjun ke dunia pekerjaan. Di mana kita harus memahami situasi dan kondisi perusahaan atau instansi, mengkondisikan karyawan, murid, hingga relasi, dan tuntutan ketika kita harus melakukan berbagai macam pekerjaan dengan latar belakang yang berbeda. Hal tersebut dapat teratasi ketika kita memiliki banyak pengalaman di organisasi.
3. Organisasi Memberikan Pengalaman.
Menjabat sebagai ketua, koordinator, bahkan staf, adalah hal yang tidak tergantikan. Merasakan bagaimana memimpin dan dipimpin, bekerja dan dipekerjakan, susah dan senang, tawa dan duka, haru dan canda, itu semua dapat dirasakan dalam organisasi. Bagaimana cara bekerjasama dengan rekan kerja, saling berbagi keluh kesah ketika memegang amanah, merasakan repot dan sulitnya mengurusi suatu acara hingga tidur tidak pulas dan pulang larut malam, membagi diri antara belajar, bermain, dan bekerja, itu semua merupakan pengalaman berharga yang tidak tergantikan dan hanya dapat dirasakan ketika kita bergabung dalam sebuah organisasi. Pengalaman-pengalaman tersebut terpatri dalam diri dan membentuk pribadi kita menjadi seseorang yang teguh, ulet, disiplin, dan amanah. Dengan berorganisasi, pengalaman itu menjadi kenangan-kenangan dan cerita indah di masa tua nanti.
4. Organisasi Meninggikan Prestasi
Salah satu fungsi organisasi adalah sebagai wadah pengembangan minat dan bakat anggotanya. Dengan bergabungnya kita ke dalam suatu organisasi yang sesuai minat dan bakat kita, maka kita dapat meningkatkan ilmu terhadap bidang tersebut dan juga mendapatkan informasi-informasi terkait lomba dan kompetisi seputar bidang yang kita geluti. Dengan prestasi, kita dapat meninggikan nama dan derajat organisasi. Sebaliknya, ketika organisasi kita mendapatkan prestasi dan predikat yang baik di mata khalayak umum maka secara tidak langsung organisasi tersebut dapat meninggikan harkat dan martabat kita juga bagi masyarakat. Organisasi dapat membuat kita belajar dan berkarya, dan organisasi juga dapat menjadi wadah kita untuk melejitkan prestasi yang telah kita raih.
Dengan berbagai keuntungan yang akan kita dapatkan dari organisasi, apalagi yang masih kita ragukan untuk bergabung didalamnya? Orang dengan prestasi baik dan aktif organisasi akan lebih diperhitungkan dibandingkan orang yang berprestasi tapi tidak aktif organisasi. Sudah, pastikan dirimu menentukan organisasi mana yang akan diikuti?
Penulis Adalah : Log Yonine Magai ; Mahasiswa Aktif di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI )
![]() |
| Foto : Log Yonine Magai ; Mahasiswa Aktif di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI ) Di Bandung. |
UNIVERSITAS adalah masa yang berbeda dibandingkan sekolah. Ketika seseorang sudah mendapati status sebagai seorang mahasiswa, banyak tuntutan dan juga harapan yang berkecamuk di dalam pikirannya. “Saya harus lebih mandiri”, “Saya harus lebih aktif”, “Saya harus berubah!”, dan lain sebagainya. Salah satu pikiran yang paling banyak mendominasi adalah “Saya harus membuka usaha pribadi, berusaha hidup mandiri tanpa bergantung kepada orang tua” dan “Saya harus aktif berorganisasi, memiliki banyak relasi, dan sukses di berbagai bidang”.
Hal yang paling sering membuat galau para mahasiswa adalah, manakah yang harus saya prioritaskan? Akademik? ..Ataukah organisasi? Pikiran ini tidaklah salah, akan tetapi juga tidaklah betul sepenuhnya. Karena pada hakikatnya, akademik dan organisasi itu selalu berjalan seiring atau sejalan antara satu dan lainnya.
Sebagai seorang mahasiswa, sudah jelas bahwa kewajiban kita adalah untuk menuntut ilmu, belajar, dan lulus dengan nilai yang memuaskan dan membawa title sarjana. Akan tetapi, untuk menunjang hal tersebut, kita membutuhkan sebuah relasi. Misalnya, relasi untuk saling mendukung akademik, relasi untuk menyuplai buku-buku perkuliahan, dan juga kebutuhan lainnya. Hal tersebut bisa kita dapatkan salah satunya melalui organisasi. Tak sekadar relasi, dengan berorganisasi kita juga bisa mendapatkan hal lainnya, seperti pengembangan softskill, pengalaman yang tidak tergantikan, dan masih banyak lagi. Berikut ini beberapa hal keuntungan yang akan kita dapatkan jika kita berorganisasi.
1. Organisasi Meningkatkan Relasi.
Siapa yang tidak mau terkenal seantero kampus? Berjalan kemana-mana selalu disapa dan dikenal? Butuh ini dan itu tak perlu repot mencarinya? Yah, itulah enaknya ketika banyak relasi. Ketika kita hanya menjadi mahasiswa yang ‘kupu-kupu’ (kuliah-pulang, kuliah-pulang), maka pastilah kenalan kita hanyalah teman satu kelas, teman satu jurusan (ketika mengontrak mata kuliah tertentu), teman kosan, dan lainnya. Tidak lebih baik daripada itu.
Akan tetapi ketika kita aktif berorganisasi, kita sering diberi amanah-amanah untuk mengerjakan hal-hal tertentu, bertemu dengan aktivis dari organisasi lain, pejabat kampus, dan orang-orang penting lainnya, maka tentulah nama kita akan disorot oleh berbagai pihak dan membantu kita dalam banyak hal. Kita akan lebih mengetahui seluk-beluk birokrasi kampus, struktur organisasi kampus, dan juga kebijakan-kebijakan pihak universitas dalam berbagai hal. Pun ketika nanti kita ingin menjadi seorang pemegang kekuasaan di kampus, kita akan mengetahui terlebih dahulu tugas dan fungsi jabatan tersebut sedari sekarang, hanya dengan berbincang-bincang dengan pemegang jabatan tersebut mulai dari saat ini.
2. Organisasi Mengembangkan Kemampuan Diri.
Ingin bisa berbicara dengan lantang, penuh percaya diri, dan gagah berani?
Berpikiran visioner, disiplin, dan mampu melakukan berbagai macam hal?
Percaya ataupun tidak, semua itu dapat dilakukan dengan melakukan kegiatan-kegiatan keorganisasian, dimulai dari rapat hingga ke teknis pelaksanaan dalam kepanitiaan.
Ketika kita memulai rapat, kita dituntut untuk disiplin terhadap waktu. Datang on time, tidak terlambat, dan menghormati pemimpin rapat. Kemudian di dalam rapat, kita dituntut untuk aktif berbicara, terlebih ketika memegang amanah sebagai koordinator suatu divisi kepanitiaan. Berpandangan luas, menambah wawasan, softskill terasah, dan kemampuan manajemen diri dan memanajemen orang lain pasti bertambah. Aplikasi dari pembelajaran tersebut dapat kita lihat ketika terjun ke dunia pekerjaan. Di mana kita harus memahami situasi dan kondisi perusahaan atau instansi, mengkondisikan karyawan, murid, hingga relasi, dan tuntutan ketika kita harus melakukan berbagai macam pekerjaan dengan latar belakang yang berbeda. Hal tersebut dapat teratasi ketika kita memiliki banyak pengalaman di organisasi.
3. Organisasi Memberikan Pengalaman.
Menjabat sebagai ketua, koordinator, bahkan staf, adalah hal yang tidak tergantikan. Merasakan bagaimana memimpin dan dipimpin, bekerja dan dipekerjakan, susah dan senang, tawa dan duka, haru dan canda, itu semua dapat dirasakan dalam organisasi. Bagaimana cara bekerjasama dengan rekan kerja, saling berbagi keluh kesah ketika memegang amanah, merasakan repot dan sulitnya mengurusi suatu acara hingga tidur tidak pulas dan pulang larut malam, membagi diri antara belajar, bermain, dan bekerja, itu semua merupakan pengalaman berharga yang tidak tergantikan dan hanya dapat dirasakan ketika kita bergabung dalam sebuah organisasi. Pengalaman-pengalaman tersebut terpatri dalam diri dan membentuk pribadi kita menjadi seseorang yang teguh, ulet, disiplin, dan amanah. Dengan berorganisasi, pengalaman itu menjadi kenangan-kenangan dan cerita indah di masa tua nanti.
4. Organisasi Meninggikan Prestasi
Salah satu fungsi organisasi adalah sebagai wadah pengembangan minat dan bakat anggotanya. Dengan bergabungnya kita ke dalam suatu organisasi yang sesuai minat dan bakat kita, maka kita dapat meningkatkan ilmu terhadap bidang tersebut dan juga mendapatkan informasi-informasi terkait lomba dan kompetisi seputar bidang yang kita geluti. Dengan prestasi, kita dapat meninggikan nama dan derajat organisasi. Sebaliknya, ketika organisasi kita mendapatkan prestasi dan predikat yang baik di mata khalayak umum maka secara tidak langsung organisasi tersebut dapat meninggikan harkat dan martabat kita juga bagi masyarakat. Organisasi dapat membuat kita belajar dan berkarya, dan organisasi juga dapat menjadi wadah kita untuk melejitkan prestasi yang telah kita raih.
Dengan berbagai keuntungan yang akan kita dapatkan dari organisasi, apalagi yang masih kita ragukan untuk bergabung didalamnya? Orang dengan prestasi baik dan aktif organisasi akan lebih diperhitungkan dibandingkan orang yang berprestasi tapi tidak aktif organisasi. Sudah, pastikan dirimu menentukan organisasi mana yang akan diikuti?
Penulis Adalah : Log Yonine Magai ; Mahasiswa Aktif di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI )
MAHASISWA, Moyaipai, PENDIDIKAN
![]() |
| Foto Bersama, Usai Ibadah Syukuran Wisudawan/ti di GMKI Jl. Dago
Bandung Jawa Barat. ( Foto Dok Sekretariat IPMANAPANDODE Bandung ) |
Dalam Doa Syukuran ini mereka mengangkat dengan Thema: Bersyukur Dalam Segala Hal. Sub Thema: “Kami Di Utus Untuk Masa Depan Bangsa”.
Para Wisudawan/ti mengadakan syukuran bersama IPMANAPANDODE Bandung ini sebagai tanda ucapan syukur Kepada Tuhan karena menyelesaikan perkuliahan mereka dengan baik . Dan juga tanda perpisahan antara para Wisudawan/ti sebagai senioritas dengan yunioritas yang sedang menempuh study di kota Bandung.
karena baik buruk, susah senang bersama Yunioritas dalam wadah Organisasi mereka adalah IPMANAPANDODE Bandung.
Pembawa Firman Tuhan. Deky Ogetai; mengajak kepada seluruh hadirin untuk membacakan bersama secara serentak untuk Sub Thema adalah “Kami Di Utus Untuk Masa Depan Bangsa”. Setelah itu mengangkat ayat ( Amsal 23: 18 ) “ Karena Masa depan sunggu ada, dan Harapanmu tidak akan hilang”.
Dalam Sambutan Oleh Ketua IPMANAPANDODE Bandung, Mateus Tekege. mengampaikan terima kasih kepada para wisudawan/ti yang mana mengadakan Doa syukuran bersama keluarga Ipmanapandode Bandung. Karena ini adalah tanda Perpisahan bagi kita namun kenangan bersama tak akan kami lupakan.
Selanjutnya Kesan Pesan bergantian; Mewakili dari senioritas Alumni kota study Bandung, Mewakili dari Orang tua/wali, Mewakili dari wisudawan/ti .
Berikut Nama-nama para wisudawan/ti beserta dengan Gelar mereka adalah sebagai berikut: Mateus Badii, S.AP, Salmon Keiya, SE. Yuliana Doo, SE. Marthina Mote, SE.
Dalam acara Pengucapan Syukuran yang di adakan oleh para wisudawan/ti IPMANAPANDODE Bandung pada kali ini berjalan lancar tanpa hambatan dan hlangan hingga berkunjung puncak acaranya.
Mateus A Tekege.
MAHASISWA
![]() |
| BALEO MAKRAB IPMANAPANDODE BANDUNG TAHUN 2015 |
Bandung,
(MK)--- Dalam rangka menyambut
anggota baru, Ikatan Pelajar dan Mahasiswi/I Kabupaten Nabire, Paniai, Dogiyai
danDeiyai (IPMANAPANDODE) Bandung telah melangsungkan kegatan Malam keakraban “Makrab”
selama kurang lebih 1 (satu) malam 2 hari. Mulai terhitung dari tanggal 19-20 September
2015 bertempat di Villa Cattalea, Cibodas Maribaya, Lembang -Bandung Jawa
barat.
Malam keakraban “Makrab” ini sudah
menjadi tradisi bagi kami IPMANAPANDODE Bandung, Karena setiap tahun berjalan
selalu melaksanakan Makrab sebagai Ucapan selamat datang dan selamat bergabung
kepada Mahasiswa baru dalam wadah Organisasi IPMANAPANDODE Bandung oleh parah
senioritas.








































