• Latest Stories

      What is new?

    • Comments

      What They says?


    , ,


    Bapak Pdt, Dr. Noakh Nawipa
    Indonesia harus jujur untuk masalah Papua. Politik ekonomi dan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo tersebut  tidak akan menyelesaikan masalah Politik  sebagai jati diri orang Papua untuk melepaskan diri dari penjajahan, kolonialisme dan kapitalisme indonesia dan sekutuhnya di Tanah Papua.

    Termasuk perusahaan - perusahaan multi Internasional di papua. Orang papua harus percaya diri sebagai suatu bangsa yang tidak boleh dijajah oleh siapapun. pembangunan infrastructure tidak akan menyelesaikan masalah papua. Pemerintahan Joko Widodo harus mengetahui persoalan mendasar di Papua.

    Sepakat Bahwa untuk memulai suatu pembangunan di Papua Jokowi semestinya dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan manusia yang seakan menjadi subjek penikmat pembangaunan itu yakni OAP dan segala realitas yang menjadi kendalanya bukan malah menujukan sikap anti HAM.


    Apakah dengan perasaan situasi yang demikan akan menjadi berguna segala pembangunan itu?

    Pendekatan apapun yang di lakukan oleh Pemerintahan Jokowi termasuk TNI/POLRI yang bertugas di Papua tujuannya untuk menyelesaikan berbagai persoalan Papua. Namun tidak akan menyelesaikan karena persoalan mendasar di Papua adalah POLITIK.Oleh sebabnya pemerintahan Jokowi mengabaikan persoalan mendasar yang harusnya di ungkit dan menyelesaikan secara universal. 

    Beliau mengajak kepada  Orang papua harus bersatu, jangan mau di cerai beraikan oleh penjajah Indonesia. Seluruh  orang  asli Papua harus memintah pertolongan dan kebebasan dari segala intimidasi, keterikatan kepada yang punya segalanya adalah Tuhan. Karena satu-satunya pengharapan kita orang Papua kepada-Nya.

    Dengan adanya Bangsa Papua menyebar luas untuk mempertahankan dan perjuangan atas Jati diri “IDEOLOGI” Sebagai bangsa Papua  maka Terjadilah pelanggaran HAM di bumi Papua. Lebih baik lepaskan Papua untuk menentukan Nasib mereka sendiri  ( PAPUA MERDEKA ) dari pada Jokowi melakukan  berbagai pendekatan kepada Bangsa Papua dan tak menemukan titik perdamaian dan menyelesaikan persoalan yang sebenarnya adalah POLITIK.  FREE WEST PAPUA adalah solusi dari semua persoalan di Papua.

                                                           Moyai Kedee

    , ,

    Foto: Socratez Sofyan Yoman
    PAPUAN, Bandung --- Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua (PGBP), Pdt. Socratez Sofyan Yoman menengaskan, konflik yang terjadi di tanah Papua bukan merupakan konflik horizontal, namun konflik vertical, yakni konflik antara masyarakat Papua dengan Negara Indonesia.

    “Semua konflik di Papua diciptakan oleh pemerintah Indonesia untuk mengacaukan situasi Papua. Lihat saja, dari waktu ke waktu terus terjadi pelanggaran  hak asasi manusia yang dilakukan aparat TNI/Polri,” ujar Yoman, saat menyampaikan materi dalam seminar yang diadakan oleh Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), dalam HUT ke-15 AMP, yang digelar di Wisma Parahyangan, Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/5).

    Yoman menegaskan, orang asli Papua harus membangun relasi dan hubungan yang baik dengan siapa saja, agar persoalan pelanggaran HAM di Papua dapat diketahui dunia internasonal, dan mendapat dukungan dari masyarakat luas.

    “Kita semua tahu Indonesia telah gagal meng-Indonesiakan Papua, karena itu sangat pantas jika orang Papua menuntut penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua Barat. Saat ini dunia sudah mengetahui tuntutan orang Papua itu,” katanya.

    Yoman juga dalam kesempatan tersebut mengajak generasi muda Papua untuk meningkatkan kualitas pendidikan, agar dapat terus melawan penjajahan di Indonesia dengan cara-cara bermartabat dan berintelek.

    “Saya juga minta adik-adik mahasiswa terus menulis untuk memberitahukan siapa saja tentang situasi Papua. Saya juga sedang dalam proses menulis buku yang berjudul "Apakah Bangsa Indonesia Menjuluki Bangsa Papua?”, dengan menulis kita akan terus hidup," tegas Yoman yang telah menulis 15 buku lainnya.

    Sementara itu, Herman Katmo dari National Papua Solidarity (NAPAS) dalam pemaparannya mengajak seluruh gerakan perjuangan di tanah Papua, maupun di luar Papua untuk bersatu agar dapat melawan penjajahan dan penindasan di tanah Papua.

    “Kita harus bersatu, dan mendesak bangsa penjajah dan dunia internasional agar mengakui Papua sebagai bangsa yang berdaulat. Ptersatuan sangat kita butuhkan saat ini,” ujar Karmo.

    Setelah keempat pemateri memaparkan pokok pikiran mereka, dilanjutkan dengan diskusi maupun tanya jawab, yang diikuti dengan sangat antusias oleh seluruh peserta.

                                                       ***** Moyai Kedee *****
                

    , ,


    INTELJEN TIKAM ANGGOTA KNPB BAGIAN TANGAN KANAN.
    Knpb Timika News;___ Wenus Uaga (27 ) menikam oleh 3 orang INTELJEN Ia hendak menjaga kantor KNPB Wilayah Timika

    Tepatnya pada hari ini,  selasa tanggal 24 November 2015  pagi waktu setempat, ada 3 orang dalam keadaan mabuk masing-masing pegang parang, piso,dan Palu dan mendatangi di kantor KNPB Timika.

    Kemudian  mereka menggunakan 1 motor berbonceng 3 orang datang di depan pos penjagaan keamanan   Knpb Wilayah Timika lalu bertanya kepada Wenus Uaga, Wenas Uaga adalah Anggota KNPB yang sedang menjaga Kantor KNPB karena piket beliau pagi hari.

    Sekitar pagi jam 08.00 Inteljen  3 orang datang  bertanya-tanya, Dimanakah kantor Papua Merdeka ? Lalu jawab Wenus Uaga, disinilah tempat kantor West Papua kalau ada perlu bapa-bapa langsung saja masuk ke dalam.
    Sementara itu, tiba-tiba ada satu orang yang di belakangnya mengangkat parang dan potong anggota keamanan Knpb atas nama Wenus Uaga (27) suku Dani

    Wenus Uaga dapat  potong tangan bagian kiri dan belakang punggung setelah itu, pelaku tersebut melarikan diri ke arah ujung bandara.
    Korban tersebut masih dirawat di Kontor Papua Merdeka kebun sirih timika Papua.

    Sebelumnya  Malam sekitar jam 2.35 wpb ada Ibu-ibu orang Damal sekitar 2 orang datang di pos depan dan menanyakan bahwa di manakah kantor Papua Merdeka ? Katanya disini ada main Judi-judian jadi kami datang cek.

    Namun Para anggota Keamanan Knpb mengarahkan dan Minta maaf  kepada mama-mama.
    kata para Anggota KNPB disini bukan tempat main judi, tetapi disinilah tempat untuk bicara Papua Merdeka. Jadi mama dorang bisa pulang. Setelah itu mereka pulang.
    Setiba pagi barulah terjadi peristiwa Penikaman inteljen terhadap Anggota KNPB Wilayah Timika.

    Moyai Kedee

    , ,
















































































    akarta, (KM)—Komite Kota Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Jakarta menggelar aksi untuk mendukung  The United Liberation Movement for West Papua masuk tetap dalam Malanesian Speread Group (MSG) di hadang ketat oleh TNI/Porli setempat .Rabu (24/15) kemarin.
    - See more at: http://www.kabarmapegaa.com/2015/06/aksi-mendukun-msg-tniporli-dihadang-dan.html#sthash.hdOA7BIH.dpuf
    akarta, (KM)—Komite Kota Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Jakarta menggelar aksi untuk mendukung  The United Liberation Movement for West Papua masuk tetap dalam Malanesian Speread Group (MSG) di hadang ketat oleh TNI/Porli setempat .Rabu (24/15) kemarin.
    - See more at: http://www.kabarmapegaa.com/2015/06/aksi-mendukun-msg-tniporli-dihadang-dan.html#sthash.hdOA7BIH.dpuf


Top