Most Popular
This Week
Socratez Yoman: Konflik Papua Diciptakan Pemerintah Indonesia
Foto: Socratez Sofyan Yoman PAPUAN, Bandung --- Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua (PGBP), Pdt. Socratez Sofyan Yoman me...
Resensi Anak Koteka Jadi Gubernur
Judul buku: Anak Koteka Jadi Gubernur Penulis Buku: Lamadi de Lamato Tebal: 226 Nama Lukas Enembe mencuat ketika ia hendak mencalonk...
Popular Posts
Latest Stories
What is new?
Comments
What They says?
Tampilkan postingan dengan label PROFIL. Tampilkan semua postingan
Moyaipai, Papua, Peduli Demokraasi, PROFIL
PEMBEBASAN (Bandung, 2/8/2016); Siang tadi, sekitar jam 11:00, gabungan organisasi mahasiswa dan
individu di Bandung membentangkan spanduk, poster-poster, palu berbaris.
Salah seorang peserta mengambil megaphone kemudian berorasi. Mereka
menamakan dirinya Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi. 30an peserta
demonstrasi menggelar proses menyuarakan gagasan di depan kantor Pikiran
Rakyat, Bandung. Demonstrasi juga dibakar oleh pertunjukan “Doger
Manusia”, buah karya dari kawan-kawan Daunjati. Kumpulan seniman
kerakyatan.
Gagasan utamanya mengenai upaya mendorong
majunya demokrasi kerakyatan yang dibajak oleh kepentingan investasi
(kapitalisme), termasuk bicara tentang nihilnya demokrasi di Papua, dan
praktik kejahatan kemanusiaan yang menyertainya.
Dalam pemberitahuan kepada publik,
Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi memastikan bahwa demonstrasi akan
digelar di depan Gedung Merdeka yang jadi simbol perlawanan menentang
kolonialisme. Situasi lapangan berkata lain, ternyata ada ormas yang
menggelar demonstrasi dengan jargon “keutuhan NKRI”.
Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi
menduga bahwa ada unsur kesengajaan aparat (tentara) memobilisasi ormas
tersebut untuk menggagalkan kelompok manapun yang hendak berbicara
tentang kemerdekaan Papua, minimal, referendum sebagai mekanisme
demokratis. Faktanya, di titik berangkat yang lain, barisan demonstran Aliansi Mahasiswa Papua dihadang aparat polisi, dipaksa bubar, dilarang bergabung dengan Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi yang sudah berada di Jalan Asia-Afrika.
Dugaan tersebut menguat sebab beberapa
hari sebelumnya, humas aliansi Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi
dihujani teror via telefon dari lebih 8 penelpon yang mengaku sebagai
aparat kepolisian (Polrestabes Bandung dan Polda Jabar). Kesemuanya
menganjurkan agar rencana aksi Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi
dibatalkan karena ada massa aksi ormas yang berposisi menolak gagasan
demokratik yang disuarakan Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi. Dan
diketahui bahwa ormas tersebut terdiri dari anak-anak tentara. Sebuah
institusi yang tangan-tangannya paling berlumuran darah.
Bagi aliansi, itu adalah upaya ancaman
halus yang analogi sederhananya adalah: Jangan demonstrasi, karena ada
massa ormas sedang aksi yang isunya menolak gagasan demokratik kalian.
Itu adalah sikap aparat yang membela ormas reaksioner ketimbang
suara-suara demokratisasi terutama untuk Papua. Tidak heran. Mereka
institusi pelindung kapitalis.
Tanpa banyak pertimbangan, Solidaritas
Rakyat untuk Demokrasi menggelar aksinya hingga jam 1 siang di tempat
yang tak jauh dari massa ormas berkumpul. Dengan jarak 50 meter. Setelah
aksi selesai, ormas terus melakukan provokasi dengan kawalan aparat.
Mereka berdiri mengamati massa aksi Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi.
Seorang berbadan tegap berbaris, dan seorang lagi, sambil menegapkan
badan berteriak: “NKRI harga mati, anjing!“. berteriaknya.
Dalam situasi istirahat setelah aksi,
massa Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi menanggapi dengan melanjutkan
minum air mineral dan menghisap rokoknya. Hingga akhirnya, massa
berjalan menuju tempat konsolidasi aliansi. Massa aksi Solidaritas
Rakyat untuk Demokrasi berjalan melewati barisan ormas reaksioner picik
dengan dikawal aparat yang juga tahu bahwa massa ormas tersebut
dimobilisasi tentara. Setali-tiga-uang, itulah gambaran kerjasama mesra
nan abadi TNI-Polri-Ormas-Reaksioner, para pemuja keserakahan tuan
kapitalis.(bp)
PEMERINTAH, PROFIL
![]() |
| Marselus Badii, Salah Satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Kab. Deiyai. |
Nabire - Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Deiyai, Marselus Badii dikabarkan
meniggal di Rumah Sakit Umum Daerah “RSUD” Siriwini Nabire. (Kamis, 03/08/16)
Marsel meninggal tepat jam 11.00 malam waktu setempat. Kini
Ia disemayamkan di rumahnya Ketua Rukung Tetangga (RT) Ruvinus Badii di Kaper
siriwini Nabire, kata Bobii, melalui
sambungan seluler.
Marselus adalah mantan kepala kampung Yinudoba, di distrik
Tigibarat, Kini beliau menjabat sebagai Ketua Komisi- III kabupaten Deiyai,
Beliau juga salah seorang yang selalu memutuskan persoalan atau konflik yang
terjadi di deiyai, Jelas Bobii, kepada wartawan
siang tadi.
Mayat Marsel sebentar siang akan bawa naik ke kampungnya,
Yinudoba. Paling tidak akan kami kebumikan besok hari. Tutupnya.
Ini penjelas sumber Kedua “Pigome” awal
terjadinya, malam almarhum Pak Marselus sempat terjadi menjelekan dengan
istrinya di jalan suci siriwini Nabire, lalu
ia keluar lari dari rumah entah kemana tak tahu, ternyata Pak marse badii di
kabarkan ada meninggal di rumah sakit siriwini dikelilingi oleh anggota polres
nabire , dan mereka langsung buat berita acara kematiannya di kantor polres
nabire , Kemudian sebelumnya noken dan hp milik Pak Marselus di bawa langsung
ke polres nabire.
Setelah itu pagi jam 11 rombongan kapolres
datang beri keterangan secara lisan kepada keluarga korban ," dalam
kejadian ini kapolres langsung turun Tempat Kejadian Perkara (TKP) di mana
almarhum Marselus jatuh langsung kami angkat sampai di rumah sakit beliau di
periksa oleh dokter, Namun hasil pemeriksaan dokter ia sudah hembus napas nafasnya.
lalu kami sempat raba di badannya korban namun memang sudah
tidak ada napas, dan tidak ada indikasi pembunuhan dan pemukulan lain. Ia
meninggal biasa, Kata Kapolres Nabire di depan keluarga korban.
Menurut sumber ketiga adalah YP, Marse
terbaring di Oyehe depan ruko menurut sambungan bahasa dari polisi
kepada YP petugas/sopir mobil jenazah RSUD nabire, jenazah diantar oleh POLISI
dari tempat baringan ke RSUD NABIRE, Katanya YP. (Admin)
PROFIL, PUISI
Saya di lahirkan
oleh Ibu ku
Aku di besarkan oleh Bapa dan Mama
Mereka adalah orang tua saya
Kini saya sudah besar
Saya bisa merantau di tanah orang
Meninggalkan Mereka adalah Bapa, Mama & Adik2-ku
Bapa dan Mama sering mengirim saya uang
Untuk melengkapi kebutuhan
Di kampus maupun di kosan
Sekalipun mereka punya keperluan
Bapa dan Mama selalu mempedulikan-ku
Saat saya di tanah rantauan ini
Belum lagi Bapa dan Mama membiayai adik-adik saya
Namun,
orang tua saya selalu memperhatikan mengutamakan saya
Seperti biji mata mereka
TUHAN.........,Terimakasih
Aku di besarkan oleh Bapa dan Mama
Mereka adalah orang tua saya
Kini saya sudah besar
Saya bisa merantau di tanah orang
Meninggalkan Mereka adalah Bapa, Mama & Adik2-ku
Bapa dan Mama sering mengirim saya uang
Untuk melengkapi kebutuhan
Di kampus maupun di kosan
Sekalipun mereka punya keperluan
Bapa dan Mama selalu mempedulikan-ku
Saat saya di tanah rantauan ini
Belum lagi Bapa dan Mama membiayai adik-adik saya
Namun,
orang tua saya selalu memperhatikan mengutamakan saya
Seperti biji mata mereka
TUHAN.........,Terimakasih
karena, Engkau berikan Bapa dan Mama seperti mereka
Tuhan jagalah mereka, sertailah mereka
Dan lindungi mereka di dalam Kasih dan Kuasa-Mu
Tuhan jagalah mereka, sertailah mereka
Dan lindungi mereka di dalam Kasih dan Kuasa-Mu
Ami...n
PROFIL, PUISI
Rasa Sedih jika Asrama Kasaman I Jogyakarta itu dikepung para serdadu,
Mereka dicaci maki oleh para Serdadu-serdadu
Mereka lari
meninggalkan kediaman mereka.
Tiada kata selain kata "Merdeka"
Ditengah
kepungan pasukan berpakaian coklat, dan loreng
Diasrama Kamasan I Jogyakara
Dipergogi bagai rumah pencuri.
Padahal mereka berteriak kebebasan
mereka.
Padahal mereka menyampaikan aspirasinya
Padahal mereka menyuarahkan bagi kaun tak bersuara
Dari tanah rantauan mereka bersuara demi
ketidak adilan,
ketidak jujuran,
pembantaian,
pencurian
Pemerkosaan
Pembunuhan
Yang selalu menimpah
rakyat bangsa Papua.
Sungguh sadis mereka pukuli, bagai binatang piaraan dalam kandang.
Sungguh sadis mereka pukuli, bagai binatang piaraan dalam kandang.
sayang perlakuan aparat Indonesia yang menghilangkan
kebebasan manusia.
Itukah demokrasi-mu
Itukah Kemanusiaan-mu
Itukah Keadilan-mu
Bangsa Papua Merdeka Karena Kebenaran
Moyai, 22 Juli 20116
Karya; Mateus A Tekege
pembangunan, PEMERINTAH, PROFIL
![]() |
| Pantai Nabire/ Ilustrasi |
Nabire, MK- Salah seorang
( yang tak mau mengaku Namanya ) Yang kerja
di Badan Kepegawaian Daerah BKD Kabupaten Nabire mempertanyakan status dan
penduduk pejabat dari ketiga kabupaten Meeuwo adalah Paniai, Dogiyai dan Deiyai
bahwa dimanakah asal kabupaten yang sedang mengabdi dan menjabat
sebagai Pejabat di masing-masing
Kabupeten Meewo.
Kami pejabat nabire selalu mempertanyakan, Apa tugas dan
fungsi kerja sebagai pemerintah dalam hal melayani dan mensejahterakan
masyarakat ? Sebab pejabat meeuwo selalu berkeliaran di Nabire hamper setiap hari. Mereka juga memarkir mobil di tempat – tempat umum di nabire seperti pantai nabire, ditempat –
tempat rekreasi maupun di pantai- pantai. Kata salah seorang
yang tak mau mengaku Namanya yang kerja
di BKD Nabire ini.
Kenapa mereka alias para pejabat Meeuwo lebih memilih berkeliaran di Kabupaten Nabire,
sementara kabupaten yang sedang bertugas saja masih belum beres dalam hal ini membangun dan melayani masyarakat
setempat. Benar kalau di kabarkan
seluruh perkantoran di masing-masing ketiga kabupaten Meeuwo adalah Paniai,
Dogiyai, Deiyai sunyi setiap hari.
Dengan demikian tingkat kesejahteraan masyarakat akan sangat
tergantung kepada tingkat pelayanan public yang disediakan oleh pemerintah daerah.
Paradigma otonomi daerah menurut
semangat adalah otonomi masyarakat dalam arti Pemerintah daerah sebagai perwujudan dari otonomi
masyarakat dituntut untuk lebih mampu mensejahterakan masyarakat melalui
pelayanan public.
Semoga para pejabat dalam dunia pelayanan publik untuk menguasai kebutuhan masyarakat dan memenuhi
kebutuhan masyarakat setempat di Meeuwo.
Bukan hilang dan kemudian berkeliaran di kota lain. Harapnya. Admin.
AGAMA, ALAM PAPUA, MAHASISWA, Moyaipai, PENDIDIKAN, PROFIL
![]() | |
| Foto Saat Ibadah Natal Seminar dan Tahun Baru, IPMANAPANDODE Se-jawa dan Bali Di Surabaya |
Surabaya -
Perayaan Natal, seminar dan Tahun baru “Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire,
Paniai, Dogiyai, Deiyai (IPMANAPANDODE) se-Jawa dan Bali. Pada tahun 2015/2016, telah berlangsung merayakan di Jl, Pandaan Trawas. “ Graha Duta
Kasih”. Acara ini berlangsung pada
tanggal 27 Desember 2015 hingga 01 Januari 2016.
Ketua panitia
pelaksana, Kadepa, menjelaskan dalam
sambutannya bahwa penyelenggaraan
acara Ibadah Natal, seminar dan Tahun ini
bertujuan untuk membangun tali persaudaraan serta meningkatkan semangat dan cinta kasih sesama pelajar dan
mahasiswa/I asal Nabire,Paniai, Dogiyai dan Deiyai yang sedang menempuh pendidikan di pulau Jawa dan Bali.
Dalam perayaan Natal seminar dan Tahun baru IPMANAPANDODE
Se-Jawa dan Bali ini, mereka mengangkat , Thema: “Kamu Akan Mengetahui
Kebenaran dan Kebenaran Itu Akan Memerdekakan Kamu ” Yoh. 8 : 23 - 28 .
Sub thema: Dengan kelahiran Yesus yang di dalamnya ada hidup dan terang ALLAH. Mari kita mempersiapkan diri untuk membangun tanah Papua.
Sub thema: Dengan kelahiran Yesus yang di dalamnya ada hidup dan terang ALLAH. Mari kita mempersiapkan diri untuk membangun tanah Papua.
Dalam Penyelenggaraan Ibadah natal, dan penyambutan tahun
baru, juga mengadakan seminar. Untuk Pemateri pertama adalah: dr. Mia Maria Giyai, Seminar tentang “ Pentingnya Pemberantasan HIV
AIDS di Meuwodide dan Umumnya seluruh Papua’’.
Maksud dan tujuan dari pada Materi ini karena Pemateri melihat situasi yang meningkat akan virus HIV
AIDS di daerah.
Pemateri Kedua adalah: Titus Pekei, SH. M.Si. juga penggagas
Noken Papua. Seminar tentang; “Pentingnya
Noken “AGIYA” Bagi Suku Mee: Masyarakat Asli Papua “MAP” Jiwai keadaban Budaya
Noken Tas Papua”. Dalam Seminar ini juga
penggagas Noken Papua Titus Pekei memberi kan
gelar Prof. Noken kepada para
peserta seminar karena Noken adalah mengandung arti yang luas bagi MAP.
Pemateri ketiga; Longginus Pekei, juga adalah guru SMA Adhi
Luhur. Seminar tentang; Pentingnya Pendidikan Berkarakter kita. Tujuannya karena kebanyakan materi
tanpa praktek sehingga perluhnya praktek
seperti kajian- kajian ilmiah dan sejenisnya, Melandaskan karakter bagi
anak-anak Papua khususnya Meeyoka.
Sementara itu, pantauan media ini terlihat para pimpinan
Aliansi Mahasiswa Papua “AMP “ Mengisi kekosongan jadwal untuk diskusi bebas.
Dengan Topk; “ Landasan Pemikiran
Manusia Mee Demi Pembebasan Papua”. Para pimpinan diskusi bebas meminta kepada
seluruh peserta untuk berargument dan
ide dari berbagai perspektif baik itu Ekonomi, Politik, Budaya atau
kebiasaan manusia Mee untuk solusi menuju pembebasan Papua.
Selain seminar, beberapa kegiataan yang berlangsung seperti
pertandingan sepak bola antar kota studi), Bola Volly putra/i , serta beberapa acara selingan,
seperti Pentas Budaya, Pentas Band, serta seni. Tujuan utama dari
penyelenggaraan kegiataan ini adalah untuk meningkatkan kebersamaan, kekompakan,
kekeluargaan serta melestarikan dan mempertahankan Budaya Mee antar setiap IPMANAPANDODE
se-Jawa dan Bali.
Pengujung acara
kegiatan Perayaan Natal Seminar dan Tahun Baru, berlangsung evaluasi semua
kegiatan yang telah usai berlangsung. Ketua Panitia pelaksana; Kadepa, Jhon Ukago sebagai mewakili senioritas dan
Ketua IPMANAPANDODE Surabaya, Frans Madai, menempati dan memanduh
acara untuk EVALUASI.
Mereka memintah masing-masing kota studi maju perwakilan untuk
menyampaikan masukan, Kritikan maupun pendapat mereka tentang Natal Seminar dan
Tahun itu sendiri. Setelah itu melanjutkan pemberian piala bagi kota study yang
berprestasi membawa juara dari semua perlombahan kegiatan, juga melanjutkan dengan penentuan kota studi untuk Natal tahun 2016/2017.
kebiasaan menentukan kota studi untuk Natal bersama IPMANAPANDODE Se-jawa-
bali adalah per/wilayah sehingga tahun 2013/14 lalu di laksanakan di wilayah
barat tepatnya di kota study Bandung.
Tahun 2014/15 kemarin di
laksanakan di wilayah jawa tengah
tepatnya di kota study Semarang. Tahun 2015/16 ini
di laksanakan di wilayah jawa timur
tepatnya di kota study Surabaya.
Kemudian, Kembali lagi kejawa barat
dan jatuh tepat di kota study Jakarta untuk tahun 2016/2017 mendatang.
Diakhiri dengan doa penutup, Ramah tama serta salam- salaman
bagi seluruh peserta dari setiap kota studi.
Mateus A
Tekege
AGAMA, MAHASISWA, Moyaipai, Papua, pembangunan, PENDIDIKAN, PROFIL
![]() |
| Natal Bersama IPMANAPANDODE Bandung di Panti Asuhan " Rumah Pengharapan Baru" Jl. Jayagiry 1. No.2 Lembang Jawa Barat. Foto ( Ade/ Kusuma, 23/12/2015 ) |
Ikatan Pelajar Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai (IPMANAPANDODE) kota study Bandung menggelar Natal bersama anak-anak panti asuhan di Rumah pengharapan Baru, yang terletak di Jln Jayagiri No. 02 Kelurahan Lembang, Kabupaten Bandung Jawa Barat. Rabu (23/Desember 2015) kemarin.
Mateus A. Tekege, menuturkan bahwa Merayakan Ibadah Natal bersama dengan maksud supaya menciptakan kebersamaan umat manusia untuk saling
peduli terhadap sesama agar dapat mengenal Allah. Namun, dalam Konteks umum di
Dunia Perayaan Natal selalu diselenggarakan dalam rangka mengenang kelahiran
sang Juru s’lamat ke Dunia karena menghapus dosa umat manusia sehingga melalui
kasih Allah dapat menghapus Dosa Umat
manusia.
“Oleh karena itu, Kami Keluarga Besar Ikatan Pelajar
dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai yang sedang mengenyam
pendidikan di Kota Pasundan ingin berbagi suka cita dan damai sejahtera dengan
anak-anak Panti Asuhan di Rumah
Pengharapan Baru” Ujar, Ketua IPMANAPANDODE Bandung Mateus A. Tekege.
Perayaan Natal kali ini menjadi lebih special dan
dirasakan maknanya oleh banyak Anggota, karena selain Merayakan Perayaan Natal
seperti biasanya di Lingkungan Pelajar dan Mahasiswa Papua di Bandung dan
sekitarnya.
Dalam Perayaan NATAL IPMANAPANDODE kali
ini Ketua Mahasiswa Seluruh tanah Papua kota study Bandung, Jack Peyon, didampingi
oleh Sekjen Leonardus O. Magai dan Wakil ketua IMASEPA Cheko Kogoya, turut menghadiri. Selain mereka, TVRI Jawa barat terlihat meliput dan mewawancai Pembina Organisasi,
Ketua IPMANAPANDODE dan BPH IMASEPA.
Wakil Ketu Badan Pengurus Harian Ikatan Mahasiswa Seluruh Tanah Papua (IMASEPA) Bandung, Cekho Kogoya, Mengapresiasi dan menuturkan dalam wawancari TVRI. Kegiatan Natal teman-teman IPMANAPANDODE bersama dengan anak-anak Panti Asuhan ini adalah suatu kegiatan yang menerobos tembok. Karena baru kali ini kami BPH IMASEPA melihat kegiatan seperti ini di kota Bandung. Semoga kedepannya teman-teman Ikatan keluarga Besar IPMANAPANDODE, mempertahankan rasa kepedulian sesama umat manusia sebagai Anak- anak Allah. Harapnya.
kali ini Kami bisa Merayakan Natal bersama dengan
Anak-Anak Panti Asuhan Rumah Pengharapan Baru dengan maksud berbagi kedamaian,
kasih, dan pengharapan yang Teguh akan Allah terhadap sesama dengan diwujud
nyatakan menjadi orang tua Asuh dan Sanak saudara demi menyatakan Se-Iman
bersama anak-anak Panti Asuhan Rumah Pengharapan Baru. Ujar Ketua Panitia
Pelakana IPMANAPANDODE Bandung, Andreas
Tagi.
Anak- anak Panti Asuhan Rumah Pengharapan Baru yang karena
kondisi keluarganya yang kurang beruntung dan
memadai sehingga, terpaksa sejak kecil mereka kehilangan kasih sayang
dari orang tuanya, mereka hidup menderita, hidup bersahaja dan berkekurangan,
dan juga kadang-kadang mereka harus memendam
kerinduannya dengan orang tua dan keluarganya, sementara banyak anak-anak kita
yang hidup berkelimpahan dengan penuh kasih sayang dari orang tuanya.
“Maka sangatlah tepat bila Tuhan Yesus bersemayam dan
berpihak pada anak-anak Panti Asuhan Rumah Pengharapan Baru dengan kata lain
Anak-anak panti adalah Potret Tuhan Yesus itu sendiri” Ungkap Leonardus O.
Magai yang juga Pembina IPMANAPANDODE Bandung.
Lebih lanjut ia berpesan berpijak pada Iman tersebut,
Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai Kota Study
Bandung bertekad kuat untuk mengadakan Natal bersama dengan melakukan gerakan
peduli dan berbagi kasih kepada anak-anak Panti Asuhan Rumah Pengharapan Baru
secara tulus menjadi orang tua dan sanak saudara dalam merayakan Natal bersama
dengan Damai sebagai bentuk Pengabdian kepada Masyarakat dan Sesama.
Mereka (IPMANAPANDODE Bandung), Bukan
sekedar Ibadah bersama Anak-anak Panti asuhan Rumah Pengharapan Baru, Namun
mereka juga memberi berbagai Kado Natal berupa Uang, barang-barang serta
sebagai bantuan social dari Organisasi IPMANAPANDODE memberikan Uang sebesar Rp
2 Juta Rupiah kepada anak-anak Panti Asuhan.
Sementara itu, Sekretaris Panti asuhan Imelda
mengatakan dirinya merasa senang dan Bahagia karena telah menghibur kami atas
kehadiran teman-teman IPMANAPANDODE Bandung di Panti Asuhan ini dengan tujuan
mengadakan Natal bersama berbakti kepada Masyarakat sehingga kami mengucapkan
banyak terima kasih dan kami sangat mengharapkan. “ kegiatan Natal selanjutnya
dapat kita laksanakan bersama” pungkasnya.
Selanjutnya, Bapak Pendeta Yulianus Situmeang, S.Th.,
dalam Kotbahnya berpesan tiga hal penting sebagai pesan Natal, yakni: Hidup
Rukun dalam Keluarga dan Sesama. Berbagai kasih dan damai dalam kehidupan
Manusia. Saling Menjaga dan Menguatkan antar Sesama.
Tiga Pesan diatas ini dapat merujuk pada Thema Natal
IPMANAPANDODE Bandung yakni:
Hidup bersama sebagai Keluarga Allah dan Sub Thema Natal yakni: Melalui Implementasi Natal IPMANAPANDODE Kita Dapat menciptakan Kasih dan Damai kepada sesama Manusia.
Mateus A. Tekege
Hidup bersama sebagai Keluarga Allah dan Sub Thema Natal yakni: Melalui Implementasi Natal IPMANAPANDODE Kita Dapat menciptakan Kasih dan Damai kepada sesama Manusia.
Mateus A. Tekege







