Most Popular
This Week
Ketrampilan Pendidikan Anak Usia Dini
Bahasa Anak Usia Dini Pendidikan Anak : Bahasa Anak Usia Dini Bahasa adalah alat komunikasi tapi bahasa anak usiadini ti...
Ucapan Selamat Ulang Tahun
Ucapan Selamat Ulang Tahun ini dibuat khusus karena Besok lagi Tanah Papua akan berulang tahun jiahahah heheheh, mengapa demikian? ka...
Popular Posts
Latest Stories
What is new?
Comments
What They says?
Moyaipai,
PENDIDIKAN
»
Jangan Sampai LSM Asing Lebih Peduli Pendidikan Papua Dibanding Pemerintah
Jangan Sampai LSM Asing Lebih Peduli Pendidikan Papua Dibanding Pemerintah
By Unknown On Rabu, 04 Juli 2012
Moyaipai,
PENDIDIKAN
0 comments
RMOL ( Senin, 27/02/2012 ) Pemerintah
tidak boleh mengabaikan pentingnya pendidikan bagi rakyat Papua.
Karena, jangan sampai, LSM-LSM asing yang banyak bekerja di Papua lebih
peduli pada pemenuhan pendidikan bagi rakyat Papua.
Apalagi diingatkan, tidak ada jaminan bahwa LSM-LSM tersebut tidak membawa pesan-pesan dari para donaturnya di luar negeri.
Hal itu disampaikan Ketua Umum PP.
Pemuda Muhammadiyah, Saleh P. Daulay, saat berdialog dengan tema
"Transformasi Pendidikan untuk Menata Masa depan Papua" bersama 150
mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer
Jayapura, di Papua akhir pekan lalu.
"Saya memperhatikan bahwa selama ini ada
kesan bahwa LSM-LSM asing jauh lebih peduli pada pendidikan di Papua.
Bahkan LSM-LSM tersebut bekerja sampai ke daerah-daerah terpencil.
Mereka kelihatan lebih dekat dengan masyarakat Papua dibandingkan
dengan pemerintah," ucap Saleh.
Fenomena seperti ini tidak boleh
diabaikan oleh pemerintah. Tanggung jawab pemerintah untuk
memberdayakan masyarakat jangan sampai diambil alih oleh pihak-pihak
swasta, apalagi pihak-pihak asing. Pemerintah harus membuat grand
desain baru dalam melakukan percepatan pembangunan di daerah Papua.
About Unknown
Adds a short author bio after every single post on your blog. Also, It's mainly a matter of keeping lists of possible information, and then figuring out what is relevant to a particular editor's needs.


Tidak ada komentar: